
Pihak keluarga berusaha mencari perawat. Tapi tak ada satupun yang ditemukan. “Keluarga pasien mencari perawat. Tapi tidak ada semua. Pasien ini nonreaktif,” kata Ami Ateng-sapaannya.
Setelah lama menunggu sekitar 30 menit dan tidak ada pertolongan dari medis di IGD RSUD Luwuk, akhirnya keluarga pasien sepakat untuk membawa kembali ke RS Claire Medika. Namun baru hendak menuju RS yang berada di Kelurahan Soho Kecamatan Luwuk, nyawa pasien tidak tertolong.
“Sekitar pukul 11.00 wita tadi malam pasien meninggal dunia,” kata Ami Ateng dengan nada sedih.
Direktur RSUD Luwuk, dr Yusran Kasim yang dikonfirmasi via whatsapp (WA) siang tadi tidak memberi jawaban.
Terkait dengan penutupan layanan IGD RSUD Luwuk, sebelumnya beredar pesan singkat dari pihak tenaga kesehatan RSUD Luwuk kepada puskesmas di Kabupaten Banggai.
Adapun kutipan pesan itu adalah “Selamat pagi, teman sejawat di Puskesmas kalau ada pasien gawat seyogyanya bisa ditangani dulu di Puskesmas masing masing ya. Sementara UGD RSUD Luwuk mau disterilkan dan petugasnya diswab. Sambil dicari solusi kedepan pelayanan emergensi di RSUD Luwuk. Terimakasih atas bantuan dan pengertiannya”.
Bertambahnya jumlah tenaga medis yang reaktif covid-19 hingga Kamis (15/10/2020 malam juga kabarnya menjadi alasan managemen RSUD Luwuk menutup layanan IGD.
Hanya saja Yusran Kasim yang notabene orang yang paling berkompoten memberi penjelasan, memilih diam. *
(yan)
Discussion about this post