Jangan Tunggu Jadi Arang, Prabowo Mobilisasi Ratusan Pompa Air dan Gempur Karhutla di 6 Provinsi

19 dilihat
Karhutla
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan toleransi sedikit pun terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengancam tanah air.

Dalam rapat terbatas penanganan karhutla secara hybrid langsung dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026), Kepala Negara memerintahkan seluruh jajaran untuk bergerak serentak dan tanpa kompromi.

“Kita harus segera atasi karhutla ini! Strategi kita harus masif, komprehensif, menyeluruh, dan bersifat pencegahan!” tegas Presiden Prabowo dengan nada keras dan penuh penekanan.

Dikutip dari akun resmi Setkab RI menyebutkan, data per 12 Oktober 2026 mencatat titik api yang membakar ratusan ribu hektar lahan kini telah drastis ditekan hingga tersisa 639,23 hektar di enam provinsi. Kendati angka tersebut menurun signifikan, Presiden Prabowo menolak berpuas diri.

Fokus radar pemerintah kini tertuju tajam ke Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, salah satu paru-paru dunia yang masih dibelit kobaran api.

Tak mau membiarkan benteng keanekaragaman hayati itu hangus, Presiden langsung mengeksekusi langkah darurat, 200 unit pompa air kapasitas tinggi dan pengeboran air di 200 titik strategis diterjunkan seketika untuk menggempur titik-titik api di Kalimantan Tengah.

Tidak hanya fokus menaklukkan si jago merah di lapangan, Presiden Prabowo juga menebar ancaman nyata bagi para pelaku pembakaran lahan.

Penegakan hukum akan ditindak secara brutal tanpa pandang bulu, terutama bagi korporasi dan oknum nakal yang sengaja mengorbankan lingkungan demi keuntungan sepihak.

Strategi penanganan kini ditarik hingga ke garis terdepan di tingkat desa. Dengan kombinasi percepatan pemadaman, pengeboran sumber air massal, hingga gertakan hukum yang mematikan, pemerintah memastikan bahwa api karhutla bersama para perusaknya, harus padam total tanpa sisa. *

Sumber Setkab RI

Pasang Iklan Anda Disini_1