Advertising

-->
-->

JOB Tomori Kembangkan Tiga Sumur Cluster B di Kecamatan Moilong Banggai

Sofyan
Project Manager JOB Tomori Ahmad Budiarjo
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

BANGGAI, Luwuktimes.id — JOB Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) sedang mengembangkan tiga sumur cluster B.

Adapun pengembangan yang dilakukan perusahaan hulu migas yang melakukan operasi produksi gas bumi di Kabupaten Banggai di bawah pengawasan SKK Migas itu adalah di Desa Saluan, Desa Slametharjo serta Desa Bumiharjo, Kecamatan Moilong Kabupaten Banggai.

Dan apabila telah berproduksi, maka gas itu akan dialirkan menuju CPP Senoro Selatan. Dengan begitu jarak dari Desa Saluan menuju CPP Senoro, melalui pipa gas akan melewati sejumlah desa.

Baca Juga:  Wujud Kepedulian Sosial dan Edukasi Masyarakat, JOB Tomori Sukses Gelar Pelatihan Pemulasaraan Jenazah Lewat Program "Tomori Mengajar"

Pipa-pipa tersebut akan melalui sejumlah desa di Kecamatan Moilong dan Kecamatan Batui Selatan.

Adapun desa yang bakal dilalui jalur pipa gas tersebut, Desa Saluan, Toili, Slamet Harjo, Sidomulyo, Sumberharjo, Moilong, Karang Anyar, Sido Makmu dan Mulyo Harjo Kecamatan Moilong.

Dan Desa Sinorang, Paisubuloli, Bonebalantak serta Desa Gori-gori Kecamatan Batui Selatan.

Pipa tersebut selain akan melewati perkebunan, areal persawahan milik warga juga melewati areal produktif milik warga. Termasuk melewati sungai hingga laut.

Project Manager JOB Tomori, Ahmad Budiarjo mengaku pihaknya sudah mengidentifikasi, dipindahkan ke tempat lain. Ada kewajiban sesuai dengan ketentuan.

Baca Juga:  Harga Sawit Petani Murah di Toili Banggai, Mentan Amran Tegas Instruksikan Tindak PT KLS

“Yang pasti kami konsen terhadap keselamatan warga,” kata Ahmad Budiarjo, saat menyampaikan materi di agenda halal bihalal dan temu media yang dilaksanakan SKK Migas, JOB Tomori, PWI Banggai serta Forkopimda Banggai di Hotel Swissbellin, Luwuk, Kabupaten Banggai, Selasa (7/5/2024)

Untuk menghindari areal hutan lindung, sambung Ahmad Budiarjo, jalur pipa akan diigeser ke arah laut. Jaraknya lebih singkat.

Pertimbangannya adalah areal yang bakal dilalui jalur pipa berstatus sebagai konservasi alam Bakiriang.

Baca Juga:  Keponakan Curi Motor Tante Sendiri di Moilong, Polsek Toili Bekuk Pelaku

“Pertimbangan konservasi alam, makanya ke laut. Karena tidak banyak terumbu karang. Sudah ada tim yang melakukan survey,” tutur Ahmad Budiarjo.

Selain mengganti rugi lahan milik warga, juga akan memindahkan areal persawahan.

Lahan yang telah menjadi jalur pipa, dipastikan tak akan dapat digunakan lagi untuk kepentingan bercocok tanam, itu lantaran telah dipagari. * stp

Baca: Halal bi Halal dan Temu Media JOB Tomori Vhisnu C Bawono: Kami Butuh Saran dan Masukan

-->