

“Akan ada rapat gabungan antara kabupaten dan provinsi. Hadir Kadispora Sulteng, Panwasra, Bidang Data dan Bidang Monev. Kita bahas soal capaian dan kendala sekaligus kesimpulan,” jelas Sugiarto.
Tahapan Porprov
Saat ini panitia pelaksana sudah menyelesaikan satu tahapan pendaftaran cabang olahraga atau entry by number. Yakni nomor yang akan diikuti.
“Sebanyak 24 cabor dan 27 displin ilmu. Kita evaluasi semua cabor yang mendaftar pada aplikasi e sambatu,” jelas Sugiarto.
Setelah itu masuk pada tahapan entry by number dan entry by name.
Pada fase ini sambung Sugi-sapaannya, semua atlet sudah terisi include dengan semua persyaratan dalam bentuk scaner.
Apa saja dokumen yang masuk dalam aplikasi e sambatu itu? Sugi mengurai, yakni KTP atau KIA dan KK, surat pernyataan atlet, BPJS ketenagakerjaan non upah, kartu covid 2 kali vaksin atau boster. Dan ini yang menjadi persyaratan umum.
Sementara untuk klasifikasi cabor dengan batasan usia, maka ada tambahannya, yakni ijazah terakhir dan akte kelahiran.
Selanjutnya masuk pada tahapan verifikasi faktual atau Verfak setiap kabupaten/kota untuk menyesuaikan antara data asli dengan dokumen yang sebelumnya telah masuk.
Akan tetapi terlebih dahulu, panitia pelaksana menggelar rapat TDCDM ke 2. Untuk pusat kegiatan masih akan diputuskan. Apakah Kota Palu atau Luwuk.
Sugiarto kembali menegaskan, panpel Porprov Sulteng sudah sangat maksimal dalam melaksanakan persiapan agenda olahraga 4 tahunan ini.
Buktinya dari 22 item tahapan berdasarkan schedule yang ada, sudah 50 persen selesai.
Tinggal masuk pada proses pengadaan cabor serta venue yang saat ini sementara dan sedang berproses. *
Discussion about this post