Advertising

Example floating
Example floating

Kisah Polisi di Banggai Sulteng Bertugas di TPS Pedalaman, Jalan Kaki Empat Hari Tiga Malam

Sofyan
(Foto: Humas Polres Banggai)
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

LUWUKTIMES.ID— Sebagai pengawal demokrasi, empat anggota Polres Banggai Polda Sulteng bersama TNI dan petugas Pemilu yang bertugas di TPS, Desa Baloa Doda, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, harus berjibaku dengan berjalan kaki berhari-hari.

Keempat anggota Polri ini yakni, Aiptu Frets Adolf Rombot, Bripka Agus Tongkasi, Brigpol Mohammad Rifandi Yasin dan Brigpol I Gede Aryadi Oka.

IMG-20260829-WA0006

Kepada wartawan, Aiptu Frets Adolf Rombot menceritakan kisah perjalanan mereka menuju TPS pedalaman tersebut hingga kembali lagi ke PPK.

Perjalanan mereka dimulai pada Kamis 8 Pebruari 2024 sore, saat itu berangkat dari kantor PPK Pagimana menuju Desa Bulu menggunakan kendaraan.

Baca Juga:  Bantuan PANADA Mengalir ke Banggai, Bupati Amirudin Apresiasi Kepedulian Gubernur Sulteng

Kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki. Dan tiba di Dusun Kolobias Desa Baloa Doda pukul 21.00 Wita.

“Kami beristiharat di Dusun 1 dan Dua Kolobias. Di Dusun ini Bripka Agus Tongkasi dan Brigpol I Gede Aryadi Oka bertugas untuk TPS 1 Desa Baloa Doda,” ungkap Aiptu Frets Adolf Rombot di Kantor PPK Pagimana, Sabtu (17/2/2024) pagi.

Pada Jumat 9 Pebruari 2024 pagi, Aiptu Frets Adolf Rombot dan Mohammad Rifandi Yasin bersama petugas lainnya melanjutkan perjalanannya menuju TPS 2 dengan berjalan kaki selama dua hari lamanya.

Baca Juga:  Menembus Ombak demi Senyum Warga: Dedikasi Tanpa Batas Puskesmas Pagimana di Desa Kepulauan

“Kami beristrahat dan makan di tengah hutan selama dua hari. Dan tiba di TPS 2 pada hari ke empat, Minggu 11 Pebruari 2024 pukul 19.00 Wita,” tutur Rombot sapaan akrabnya.

Selama perjalanan hingga kembali ke kantor PPK, para personel ini mengalami banyak hambatan.

Seperti hujan yang tak kunjung reda, pohon tumbang, medan terjal dan jalan licin bahkan berlumpur.

“Karena cuaca agak mendung. Jadi kami pengamanan dengan pakaian dinas yang basah,” sebut Rombot.

Baca Juga:  Terbengkalai Akibat Alih Status, Warga Salodik Turun Tangan Tambal Tanjakan Lumba-Lumba Pakai Uang Swadaya

“Satu rekan kami, Brigpol Mohammad Rifandi Yasin harus jalan menggunakan kaos kaki, karena sepatu larsnya rusak,” ucapnya sambil tersenyum.

Meski kondisi kesehatan tubuh mulai menurun, para pengawal demokrasi ini tetap semangat melaksanakan tugasnya agar masyarakat di Desa pedalaman bisa menyalurkan pilihannya pada Pemilu 14 Pebruari 2024.

“Kami semua flu, kaki pasti kram dan sakit. Tapi ini adalah tugas dan tanggung jawab. Semangat yang buat kami kuat, hingga bisa sampai di Kantor PPK Pagimana ini,” tutupnya. *

-->