Prabowo Resmikan Ekosistem Nikel Rp180 Triliun di Halmahera, Baterai EV Buatan Lokal Tembus Pasar Global

Lompatan Raksasa Hilirisasi

42 dilihat
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Halmahera Tengah — Indonesia kembali menegaskan taji sebagai raja nikel dunia. Presiden Prabowo Subianto secara resmi meresmikan komersialisasi sekaligus memimpin peletakan batu pertama (groundbreaking) 11 ekosistem hilirisasi nikel bernilai fantastis, mencapai USD10,2 miliar atau setara Rp180 triliun.

Tak sekadar proyek di atas kertas, momentum bersejarah yang berlangsung di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada Kamis (8/10/2026) ini juga ditandai dengan pelepasan ekspor perdana baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) buatan dalam negeri.

Ekosistem raksasa ini mencakup komersialisasi empat proyek industri yang siap berproduksi penuh, serta dimulainya pembangunan tujuh proyek industri baru.

Langkah agresif ini kian mengukuhkan posisi IWIP sebagai mega-proyek nasional, di mana realisasi investasinya kini telah menembus USD20 miliar dengan penyerapan tenaga kerja raksasa melampaui 100 ribu orang.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh melindungi dan menjaga setiap rupiah investasi yang masuk ke Indonesia.

Bagi Presiden, menjaga kepercayaan investor asing maupun domestik adalah bagian dari kehormatan bangsa.

“Hilirisasi adalah harga mati untuk mengolah kekayaan alam di dalam negeri, sehingga nilai tambahnya benar-benar dinikmati untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” tegas Presiden.

Kendati memacu kencang roda industri, Kepala Negara memberikan peringatan keras agar pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan masa depan.

Ia mewajibkan seluruh pengelola industri menjaga ketat standar kelestarian lingkungan, keselamatan kerja, hingga pengelolaan limbah secara berkelanjutan.

Momen Hangat Bersama Pekerja

Usai meresmikan proyek vital tersebut, suasana kaku protokoler mendadak cair. Presiden Prabowo menyempatkan diri menyapa dan berbincang langsung dengan puluhan ribu pekerja di kawasan IWIP.

Ratusan buruh dan karyawan tampak berdesakan dan antusias mengajak Presiden berswafoto.

Kehangatan momen tersebut bahkan sempat memicu aksi desak-desakan, hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya terisolasi di tengah kerumunan massa dan hampir tertinggal dari rombongan mobil kepresidenan. *

Pasang Iklan Anda Disini_1