Pemilu 2024

Raport Hijau Akademisi Untuk KPU Banggai : Pemilu 2024 Lebih Paripurna Dibanding Pemilu 2019

209
×

Raport Hijau Akademisi Untuk KPU Banggai : Pemilu 2024 Lebih Paripurna Dibanding Pemilu 2019

Sebarkan artikel ini
Penulis: Sofyan Labolo
Wahyu Dharmanto Maku

LUWUKTIMES.ID – Kinerja KPU Kabupaten Banggai pada Pemilu 2024, mendapat apresiasi dari kalangan akademisi Universitas Tompotika Luwuk.

Kepada Luwuk Times, akademisi muda Untika Luwuk, Wahyu Dharmawanto Maku, menilai KPU Kabupaten Banggai telah berhasil dalam menjalankan tugas besar negara yang diembannya, yakni Pemilhan Umum 2024.

“Apresiasi sebesar-besarnya terhadap komisioner KPU kabupaten Banggai yang telah berhasil menjalankan Pemilu 2024 dgn penuh jujur dan adil,” ucapnya.

Terdapat dua indikator utama yang dinilai Wahyu, sehingga kinerja KPU Banggai periode 2024-2029 bersama jajarannya layak diberi raport hijau.

Pertama, adalah kesalahan fatal tertundanya voting day Pemilu 2019 dibeberapa kecamatan, tidak terulang lagi di Pemilu 2024.

Baca:  Aktivis Mahasiswa Luwuk Minta Politik Uang Masif, Bawaslu Banggai Jangan Pasif

Melihat dari kondisi saat ini, kata kandidat doktor Untad ini, masih ada juga orang-orang yang pernah menjadi bagian dari KPU Banggai mencari celah dari keberhasilan para komisioner baru.

“Seharusnya mereka mengingat kembali bagaimana keterlambatan distribusi logistik pemilu di 2019 telah berhasil di perbaiki oleh ketua komisioner dan anggota yang baru,” terangnya.

Hal yang paling menarik saat ini sudah sangat susah mencari kader berikutnya yang mempunyai potensi sebagai penyelenggara pemilu (KPU) di kabupaten Banggai setelah putra terbaik ini telah selesai melaksanakan tugas 5 tahun.

Dia berharap, para komisioner mempersiapkan kader-kadernya terbaik yang tidak mudah masuk ke ranah politik praktis, agar memberikan edukasi pemilu serta pendidikan tentang kepemiluan yang baik buat masyarakat kabupaten Banggai.

Baca:  Mantap Jiwa Mendaftar DPD RI, Andhika Amir Niatkan Mengabdi Untuk Sulteng

“Mari sama-sama kita memperbaiki penyelenggara pemilu bukan saling fitnah dan seharusnya memberikan saran inovasi membangun yang mungkin belum sempat di laksanakan di karenakan ada permasalahan,” paparnya.

Kedua, adalah tingkat partisipasi pemilih yang mencapai 81,86 persen.

Ini tentunya, kata Wahyu, adalah capaian luar biasa. Dikarenakan, selain memastikan penyelenggaraan Pemilu berjalan lancar sampai selesai.

Juga, partisipasi pemilih adalah tugas yang tak kalah penting bagu KPU.

error: Content is protected !!