
Sujud kepada Allah adalah janji setiap manusia sejak masih dalam rahim Ibunya.
Janji untuk selalu bersujud kepada sang Khalik dalam rangka pengakuan manusia akan segala kelemahan dan keterbatasan yang dimilikinya sehingga simbol sebagai seorang hamba sahaya menjadi lengkap, karena kesempurnaan manusia ada pada ketidaksempurnaan nya di hadapan Allah.
Sungguh Sujud manusia dihadapan Allah adalah kebutuhan yang wajib dilakukan setiap waktu dengan melakukan sholat wajb dan sholat sunnah, mengalahkan kebutuhan lainnya.
Perilaku Sujud mendatangkan manfaat yang luar biasa dan dahsat, yang seorang hamba tidak mengetahui dari mana datangnya.
Sujud yang dilakukan disaat semua orang tertidur dan lelap dalam tidurnya diwaktu malam lebih dahsat lagi, sebagaimana Allah Swt janjikan kepada orang-orang yang melakukan sholat Tahajud.
Tempat terpuji dan mulia yang Allah janjikan bagi orang yang sujud disepertiga malam, suara dan doanya terdengar dengan terang dan jelas hingga ke puncak langit tertinggi dimana Allah menempatkan malaikat-malaikat terbaik untuk mengdengarkan keluhan seorang hamba dan akan mengabulkan semua permintaan dan doanya.
Tidak ada ibadah yang sehebat dan sedahsat Sujud dalam qiyamulail (sholat malam).
Segala perkara dunia disiang hari akan dapat diselesaikan dengan sujud nya seseorang di sepertiga malam.
Bahkan sholat malam (Tahajud) menjadi kewajiban bagi Nabi SAW, dan dengan bekal Tahajud, Nabi SAW dapat dengan mudah menyelesaikan persoalan dunia terutama menghadapi kaum kafir qurais dan sebagainya.
Ibadah-ibadah lainnya seperti sedekah, infaq, zakat, puasa termasuk sholat lima waktu tidak akan mendapat ganjaran dari Allah sehebat Tahajud (Gus Baha: 2021 & Adi Hidayat:2021).
Ibadah-ibadah selain Tahajud yang disebutkan itu dapat dengan mudah dilakukan oleh orang-orang dzalim dan kafir.
Orang-orang Kafir dapat menyumbang milyaran bahkan trilyunan untuk korban gempa dan tsunami mengalahkan muslim yang dermawan.
Solidaritas dan soliditas ukhuwah Islamiyah dapat dikalahkan oleh soliditas dan solidaritas preman-preman di terminal dan pelaku Narkoba dan kriminal lainnya yang mereka berani pertaruhkan jiwa dan raganya demi seorang teman.
Kesetiakawanam sosial seorang muslim dapat dikalahkan oleh kesetiakawanan para pekerja seks komersial (PSK) dalam hal pinjam meminjam uang dengan trust (kepercayaan) yang sangat tinggi.
Pendek kata, sujud di sepertiga malam tidak mampu dilakukan oleh orang-orang dzalim, kafir, munafik bahkan ummat Islam pada umumnya, dan itu hanya mampu dilakukan oleh seorang muslim yang ikhlas, sabar, dan ahli syukur yang ingin berdua dengan Allah disaat saudara-saudara, istri, dan anak-anak nya terlelap dalam tidur malam. *
Penulis adalah Arsiparis Ahli Madya Kementerian Dalam Negeri dan Ketua Harian Pengurus Nasional Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI)
Discussion about this post