
Minim fasilitas lapangan ini juga menjadi bagian curhatan Anti Murad-sapaan akrabnya.
“Lapangan cuma satu. Padahal banyak atlet. Di Palu ada 20 lapangan. Para ASN kira jago bermain. Tinggal lapangan yang kurang,” ucap Anti Murad.
Kepada Pengprov Pergatsi Sulteng, Wakil Bupati Banggai beserta dua Wakil Ketua DPRD Banggai serta KONI, Anti Murad menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan cabang olahraga ini.
Bahkan rencananya, gateball akan merekrut para atlet muda dari bangku pendidikan.
“Insya Allah seiring dengan antusias publik, kami akan kembangkan gateball hingga ke sekolah-sekolah dan kampus,” terang Anti Murad.
Sementara itu, Wakil Bupati Banggai, Furqanudin Masulili mengaku optimis, kepengurusan Pergatsi Banggai yang baru ini, mampi melahirkan sederet atlet handal Kabupaten Banggai.
“Saya yakin kepengurusan baru akan melahirkan atlet gateball handal,” katanya.
Olahraga sambung Furqanudin merupakan wadah pemersatu. Tidak ada ruang-ruang politik di dalamnya. Sehingga Pemda akan terus memberi support.
Menyangkut lapangan gateball yang sebelumnya menjadi bagian curhatan Anti Murad mendapat respon Wabup Banggai.
“Soal lapangan ini perlu kita pikirkan bersama. Ada lahan yang harus kita inventarisasi untuk bisa menjadi lapangan gateball,” ucapnya. *
Discussion about this post