LUWUK TIMES, Banggai – Wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat serta komitmen tumbuh bersama lingkungan sekitar operasional terus dibuktikan oleh PT Panca Amara Utama (PAU).
Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banggai, perusahaan amoniak terkemuka ini menggelar Sosialisasi Penguatan Program Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal bagi Tenaga Kesehatan, khususnya para bidan, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan yang terpusat di Aula Puskesmas Nambo, Desa Lumbe, Kecamatan Nambo, Sulawesi Tengah tersebut diikuti secara antusias oleh 60 petugas kesehatan bidang kebidanan yang berasal dari tiga kecamatan, yakni Batui, Kintom, dan Nambo.
Program ini dirancang khusus untuk memperkuat kapasitas, kesiapsiagaan, serta keterampilan klinis para bidan dalam merespons kondisi darurat pada ibu hamil, melahirkan, maupun bayi baru lahir.
Langkah strategis ini menjadi bagian terintegrasi dari upaya bersama menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Banggai.
Turut hadir langsung dalam agenda penting tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Nurmasitha Datu Adam, bersama External Relations Lead PT Panca Amara Utama, Novari Mursita.
Investasi Sumber Daya Manusia Sejak Dini
Dalam sambutannya, External Relations Lead PT Panca Amara Utama, Novari Mursita, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai atas kolaborasi yang terbangun berkelanjutan.
Novari menegaskan bahwa kesehatan ibu dan anak adalah fondasi paling krusial dalam membentuk kualitas sumber daya manusia (SDM) masa depan.
“Kami menyadari bahwa kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Ibu yang sehat dan bayi yang mendapatkan penanganan yang tepat sejak lahir merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing,” ujar Novari.
Lebih lanjut, ia menyoroti peran sentral tenaga kesehatan di garis terdepan. Menurutnya, ketepatan pengambilan keputusan dalam situasi darurat maternal dan neonatal sangat bergantung pada kesiapan serta pengetahuan para bidan.
“Peran tenaga kesehatan dan bidan menjadi sentral dalam kesehatan ibu dan anak. Karena itu, kesiapan mereka dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak sangat penting,” tambahnya.
Bagi PT PAU, program Corporate Social Responsibility (CSR) bukanlah sekadar pemberian bantuan secara seremonial, melainkan bagian dari visi jangka panjang perusahaan untuk maju dan sejahtera bersama masyarakat di sekitar wilayah tapak proyek.
“Melalui dukungan penuh perusahaan, diharapkan kita semua dapat berkontribusi dalam menurunkan AKI dan AKB. Kami hadir di tengah masyarakat bukan hanya untuk memberikan bantuan, tetapi ini merupakan komitmen perusahaan untuk bersama-sama berkembang bersama masyarakat di wilayah tapak proyek perusahaan,” tegas Novari.
Kemitraan Berkelanjutan Demi Masyarakat Banggai
Apresiasi senada diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Nurmasitha Datu Adam. Ia mengungkapkan bahwa kemitraan strategis antara Pemerintah Daerah melalui Dinkes Banggai dan PT Panca Amara Utama telah terjalin erat dan konsisten sejak tahun 2023.
Selama rentang waktu tersebut, PT PAU dinilai aktif berkontribusi nyata dalam berbagai program intervensi kesehatan masyarakat, terutama yang berfokus pada penyelamatan ibu dan bayi.
“Kerja sama ini telah memberikan dampak positif yang signifikan. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dalam jangka panjang, sehingga makin banyak program inovatif yang dapat dirasakan langsung keuntungannya oleh masyarakat luas,” ungkap Nurmasitha.
Sinergi harmonis antara pemerintah daerah dan sektor swasta ini diharapkan menjadi contoh ideal kemitraan berkelanjutan, yang tidak hanya meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, tetapi juga memberikan perlindungan serta jaminan keselamatan terbaik bagi ibu dan anak di Kabupaten Banggai. *
Editor Sofyan Labolo













