Abu di Moilong dan Jejak Tangan Dinsos Banggai, Rumah Boleh Hangus, Harapan Jangan Padam

Sofyan127 dilihat
Penyerahan bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Banggai. (FOTO: Dinsos Banggai untuk Luwuk Times)
A-AA+A++

SABTU pagi itu, (7/11/2026), Rahmat (30) dan istrinya, Nurhaliza (28), melangkah keluar rumah dengan senyum hangat. Mengenakan pakaian terbaik, mereka memboyong kedua buah hatinya yang berusia 7 dan 5 tahun ke sebuah pesta keluarga di Desa Moilong, Kabupaten Banggai. Bayangan kehangatan kumpul keluarga mengisi pikiran mereka.


NAMUN takdir menulis skenario berbeda hanya dalam hitungan jam. Sekitar pukul 09.30 WITA, ketika tawa dan riak pesta masih terdengar, kepulan asap hitam pekat tiba-tiba membubung di atas atap rumah Rahmat.

Diduga kuat akibat korsleting listrik, percikan api kecil dalam sekejap berubah menjadi kobaran besar yang melahap tiap sudut bangunan kayu dan semi-permanen milik keluarga muda tersebut.

Warga sekitar panik. Dengan ember dan peralatan seadanya, mereka bergotong-royong menyiramkan air, berpacu dengan waktu dan keterbatasan.

Tapi si jago merah terlalu perkasa. Dalam waktu 30 menit, bangunan yang selama ini menjadi saksi tumbuh kembang dua bocah kecil, yang satu baru duduk di kelas 2 SD dan adiknya di TK, lumpuh total.

Ketika Rahmat dan Nurhaliza kembali pada pukul 10.00 WITA, yang tersisa hanyalah puing hitam dan debu yang masih hangat.

Kulkas, mesin cuci, peralatan dapur, hingga pakaian sekolah anak-anak hangus tak berbekas.

Hanya satu unit sepeda motor yang berhasil diselamatkan warga. Rumah tempat mereka merajut mimpi kini telah rata dengan tanah.

Tidak ada korban jiwa, tetapi guncangan batin dan kehilangan materi meninggalkan duka mendalam bagi Rahmat sekeluarga.

Tangan Pemerintah di Tengah Derita

Asap belum sepenuhnya hilang ketika jajaran Dinas Sosial Kabupaten Banggai tiba di lokasi kejadian.

Mengemban instruksi dan komitmen cepat dari Bupati Amirudin dan Wakil Bupati Banggai Furqanuddin, tim Dinsos bergerak sigap melakukan pendataan dan penanganan darurat.

Sinergi di lapangan bergerak cepat. Bersama pihak Kecamatan Moilong, Pemerintah Desa, Pendamping PKH, TKSK, dan Taruna Siaga Bencana (TAGANA), Dinsos Banggai membagikan bantuan logistik awal berupa kebutuhan sandang dan pangan.

Langkah ini diambil demi memastikan keluarga Rahmat tidak merasa berjuang sendirian di masa-masa kritis pascabencana.

“Pemerintah hadir bukan sekadar membawa barang bantuan, tetapi membawa pesan bahwa warga yang tertimpa musibah tidak pernah sendirian,” menjadi napas dari respons cepat tersebut melalui semangat DINSOS SIGAP (Siap, Inklusif, Gerak Cepat, Amanah, dan Peduli).

Menyambung Asa di Rumah Orang Tua

Untuk sementara waktu, Rahmat dan keluarganya menumpang di rumah orang tua mereka. Di tapak bekas kebakaran, tetangga dan warga sekitar masih bahu-membahu membersihkan sisa-sisa kayu yang legam.

Bantuan awal telah diserahkan, namun perjalanan Rahmat untuk bangkit kembali baru saja dimulai. Keluarga ini masih sangat membutuhkan uluran tangan untuk kebutuhan mendesak seperti kasur, bahan pokok lanjutan, pakaian layak, perlengkapan sekolah anak, serta alat masak dan kompor gas.

Rumah mereka boleh jadi telah habis dilalap api. Namun, lewat kepedulian pemerintah daerah dan kehangatan gotong royong warga, api harapan di mata Rahmat dan anak-anaknya dipastikan tidak ikut padam. *

Sumber Dinsos Banggai – Editor Sofyan Labolo

Pasang Iklan Anda Disini_1