LUWUK TIMES, Banggai — Ketepatan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan selalu bermuara pada satu fondasi utama, data yang akurat. Menyadari urgensi tersebut, Bupati Banggai H. Amirudin dan wakilnya Furqanuddin melalui Dinas Sosial terus menggeliat memperkuat kualitas tata kelola data sosial ekonomi di daerah.
Komitmen ini kembali diwujudkan lewat rangkaian sosialisasi peningkatan kapasitas Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) serta Bimbingan Teknis aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial–Next Generation (SIKS-NG). Kali ini, Desa Sinorang di Kecamatan Batui Selatan, dipilih sebagai pusat kegiatan bagi wilayah Batui dan Batui Selatan.
Forum strategis ini dihadiri oleh jajaran pemerintah kecamatan, desa, para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), hingga para operator SIKS-NG tingkat desa dan kelurahan.
Seluruh kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banggai, Hariadi Bola, S.H., bersama Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin, Ronal Rizal Pudje, S.STP., M.M.
Sebelum menyapa Batui Selatan, gerilya peningkatan kapasitas ini telah lebih dulu menyambangi sembilan kecamatan lainnya, yakni Lamala, Mantoh, Balantak, Balantak Utara, Balantak Selatan, Bunta, Simpang Raya, Nuhon, dan Bualemo.
Langkah masif dan berkelanjutan ini diambil demi memastikan pemahaman para petugas di lini terdepan semakin matang.
Membuka kegiatan secara resmi usai sambutan Camat Batui Selatan, Faidil Akbar Dg. Pasau, S.STP., Kadis Sosial Hariadi Bola menegaskan bahwa para petugas di tingkat desa memegang peran mulia yang sarat misi kemanusiaan.
“Pemerintah desa dan operator pendataan memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan informasi mengenai kondisi warga tersampaikan secara benar, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Hariadi di hadapan para peserta.
Ia mengingatkan, pemahaman terhadap DTSEN dan SIKS-NG tidak boleh sekadar dipandang sebagai rutinitas administratif belaka. Lebih dari itu, data tersebut adalah cerminan kondisi riil kehidupan masyarakat yang menjadi kompas utama dalam merancang dan mengeksekusi program perlindungan sosial.
Ke depan, Pemkab Banggai bahkan tengah bersiap membentuk Tim Terpadu lintas Tingkat dari dusun hingga kabupaten untuk memperkuat respons cepat terhadap berbagai persoalan sosial di lapangan.
Tak hanya dibekali materi dari Dinas Sosial yang dipaparkan oleh Ronal Rizal Pudje, para peserta juga mendapat wawasan komprehensif dari berbagai instansi strategis.
Badan Pusat Statistik (BPS) Banggai (diwakili Indra Prasetyo Wibowo) membedah pentingnya pengelompokan tingkat kesejahteraan (desil) dalam pendataan nasional.
BPJS Kesehatan (Kepala Bagian Kepesertaan, Sofly Octavia Kotambunan) mengupas sinkronisasi data Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).
BPJS Ketenagakerjaan (Kepala Kantor, Hamrul Ilyas) membawa kabar baik mengenai skema pembiayaan iuran bagi sekitar 37.000 tenaga kerja rentan dan pekerja bukan penerima upah (BPU) yang ditanggung oleh Pemkab Banggai.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Sekretaris Dinas, Hasanudin Baadi, S.H.) mengingatkan krusialnya validitas Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta pembaruan data warga yang berpindah domisili atau meninggal dunia.
Sesi berlanjut ke tahap paling dinamis ketika operator tingkat kabupaten, Auli Rahman, S.P., memandu bimbingan teknis penggunaan aplikasi SIKS-NG. Para operator desa diajak langsung menyelami seluk-beluk aplikasi sekaligus memecahkan berbagai hambatan teknis yang selama ini kerap ditemui di lapangan.
Diskusi interaktif pun mengalir hangat. Pertanyaan seputar kusutnya data kemiskinan, kendala aplikasi, hingga administrasi kependudukan dibedah tuntas bersama Kepala Dinas Sosial dan para narasumber.
Hal ini membuktikan satu hal, persoalan data sosial tidak bisa diselesaikan sendirian, melainkan butuh sinergi erat antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, BPS, BPJS, hingga para pendamping sosial.
Pada akhirnya, apa yang digaungkan di Desa Sinorang menegaskan pesan kuat dari Bupati dan Wakil Bupati Banggai, di balik setiap baris data, ada denyut kehidupan masyarakat yang menaruh harapan pada kehadiran negara.
Dengan ketelitian pendataan dan komitmen bersama, mimpi mewujudkan pelayanan sosial yang tepat sasaran di Kabupaten Banggai bukan lagi sekadar angan. *














