

LUWUK TIMES— Anggota Komisi 1 DPRD Banggai, Sri Rosdiana Tia angkat bicara soal akreditasi.
Pada rapat kerja Komisi 1 DPRD Banggai yang menghadirkan Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M), Selasa (06/06/2023) terungkap Kabupaten Banggai masih ada 117 sekolah (SD dan SMP) yang belum terakreditasi.
Menurut Sri Rosdiana, Dinas Pendidikan Kabupaten harus turun di lapangan dalam menyikapi persoalan tersebut.
“Dinas Pendidikan harus turun full,” kata srikandi lalong asal PDI Perjuangan Kabupaten Banggai ini.
Dikatakan Sri Rosdiana, untuk memenuhi delapan standar penilaian akreditasi, bukan lah mudah. Terlebih lagi sekolah yang berada di wilayah terpencil.
Belum lagi sambung wakil rakyat dari dapil 3 Banggai ini, fasilitas yang dimiliki sekolah sangat minim.
“Jangankan untuk meraih akreditasi A atau B. Akreditasi C saja sudah sangat susah. Hal ini berlaku bagi sekolah yang berada di kawasan pegunungan atau wilayah terpencil,” kata Rosdiana.
Bagi anggota badan anggaran (Banggar) DPRD Banggai ini, raker Komisi I DPRD Banggai yang menghadirkan BAN-S/M Sulteng ini sangatlah penting.
Tidak sekadar kita mengetahui jumlah sekolah yang belum terakreditasi.
Tapi jauh lebih penting lagi sebut Rosdiana, lahir motivasi bagi daerah ini untuk meningkatkan kualitas SDM pendidikan melalui program akreditasi.
Satu hal juga dipertegas Rosdiana pada raker yang dipimpin Ketua Komisi I DPRD Irwanto Kulap itu.
Menurutnya, salah satu konsep untuk memutuskan mata rantai kemiskinan adalah lewat jalur pendidikan.
“Standar pendidikan rendah, maka standar ekonomi juga ikut rendah,” ucap Sri Rosdiana.
Olehnya tekan Sri Rosdiana lagi, Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai harus menyikapi serius persoalan masih banyaknya sekolah yang belum terakreditasi.
Caranya harus turun full dengan melibatkan pihak pengawas sekolah termasuk para Camat se Kabupaten Banggai. *
Discussion about this post