Advertising

Example floating
Example floating

Gaji Dipotong 1 Juta, Puluhan Karyawan PT KIM Datangi DPRD Banggai

Sofyan
Ilustrasi pekerja demo
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

BANGGAI, Luwuk Times— Puluhan karyawan PT. Karya Investama Mining (KIM) akan mendatangi kantor DPRD Banggai, Kamis (06/03/2025) hari ini.

Selain menuntut pemotongan gaji, para karyawan Subkon PT Koninis Fajar Mineral (KFM) yang beroperasi di Kecamatan Bunta ini juga mempertanyakan gaji yang tidak manusiawi alias jauh dari upah minimum regional (UMR).

IMG-20260910-WA0000

Ketua Federasi Serikat Pekerja Potoutusan (FSPP) Kabupaten Banggai, Yusuf kepada Luwuk Times, Rabu (05/03/2025) tadi malam mengaku ada puluhan karyawan yang terkena dampak dari pemotongan gaji.

Baca Juga:  Sekdis Kesehatan Banggai Nurmasita Datu Adam Klaim Satu Sen Pun tak Pernah Dipotong

“Ada 20-an karyawan yang menjadi korban pemotongan gaji,” ucap Yusuf.

Tidak tanggung-tanggung pemotongan sangat besar, yakni mencapai Rp1 juta per karyawan.

“Upah karyawan dipotong sebesar Rp 1 juta,” kata Yusuf.

Yang bikin karyawan lebih resah sambung dia, tak jelas alasan perusahaan sehingga harus ada pemangkasan gaji.

Bahkan sudah pernah karyawan mempertanyakan kepada perusahaan tentang kebijakan tersebut.

Namun pihak perusahaan tak memberi rincian serta alasan sehingga harus ada pemotongan upah tersebut.

Baca Juga:  Usut Dugaan Pungli Jasa Nakes, Polresta dan Kejari Banggai Dahului DPRD

“HRD nya pernah bilang, iya kalau tidak puas, melapor saja ke Dinas Tenaga Kerja,” ucap Yusuf.

Tak hanya pemotongan gaji yang sudah berjalan selama 6 bulan yang bakal menjadi aspirasi mereka. Para pekerja juga akan mengadukan besaran gaji yang tidak sesuai UMR.

“UMR tambang tahun 2025 berkisaran 3 juta lebih. Tapi yang kami terima hanya 2 juta lebih. Itupun ada pemotongan,” kata Yusuf.

Baca Juga:  DPRD Banggai Desak Pengembalian Utuh Dana Potongan JKN dan BOK Nakes

Mestinya kata Yusuf lagi, dengan adanya perusahaan berinvestasi, menjadi angin segar buat masyarakat lokal. Karena mendapatkan pekerjaan.

Tapi harapan itu seakan sirna. Masyarakat justru mendapat kesulitan. Apalagi sambung dia, PT KIM telah mendatangkan pekerja dari luar.

Sehingga pekerja lokal hanya akan menjadi penonton di daerahnya sendiri.

Alasan inilah tekan Yusuf, sehingga para karyawan akan mendatangi DPRD Banggai untuk menyampaikan semua keluh kesah. *

Reporter Sofyan Labolo

-->