
Reporter Anto Yasin
PAGIMANA – Tidak hanya SPBU Kota Luwuk. Antrian jerigen juga terlihat sampai pada kecamatan. Agen premium dan minyak solar (APMS) Pagimana Kabupaten Banggai adalah salah satunya. Dalam beberapa hari terakhir ini, APMS Pagimana terlihat padat antrian jerigen.
Kondisi keterbatasan penyediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) saat ini, baik SPBU maupun pada APMS membuat kesempatan besar bagi para penimbun BBM untuk melakukan aksinya.
Dari amatan wartawan Jumat (12/11), dalam setiap pendistribusian BBM pada APMS Pagimana, banyak jerigen ikut antri, layaknya kendaraan saat mengisi BBM.
Akibatnya setiap jatah kuota BBM yang masuk, tidak mencukupi. Hanya menghitung beberapa jam, BBM sudah habis.
Kondisi ini membuat warga resah. Mereka pun mengiginkan adanya sikap tegas Pemda Banggai.
Baca juga: Rumah Warga di Pagimana Terendam Air Laut
Sejumlah keluhan warga tersampaikan melalui Media Sosial (FB). Salah satunya melalui akun “PAGIMANA” yang oleh Winarti Lakani. Dalam postingannya bahwa kuat dugaan ada sejumlah oknum yang berkepentingan terlibat dalam menimbun BBM.
Ada juga keluhan dari tokoh pendidik Darwin M. Dalam postingannya Darwin berharap ada proses hukum yang berlaku. Jangan memberi ruang pelaku kejahatan.
Saran warga lainnya, Suriyono Hamunta agar Pemda membuatkan tim investigasi, dengan melibatkan semua unsur Muspika. Dari investigasi, hasilnya laporkan kepada Bupati, DPRD dan Pertamina. Sehingga izin pemilik SPBU/APMS dicabut.
Pemilik akun, Salasa Ahmad juga menyarankan, agar mengumpulkan data-data. Kemudian laporkan ke regional 9 makassar. Dia yakin mereka terkena sanksi keras.
“Sungguh ironis APMS Pagimana. Begitu bensin ditiadakan, BBM Pertalite juga menjadi sasaran jerigen” keluh Ridwan Abubakar, melalui medsos. *
Discussion about this post