
Reporter Setiyo Utomo
JAYAPURA, Luwuktimes.id – Kontingen Provinsi Sulteng menambah perbendaharaan medali di cabang taekwondo, Minggu (03/10).
Setelah Abdul Rahman Darwin K. Latjanda merebut medali emas pada nomor perseorangan poomsae, kini giliran nomor poomsae beregu putra mendulang medali perak.
Ketiga atlet taekwondo yang tampil pada nomor poomsae beregu putra itu adalah, Yohansen Vicenzo Angtolis, Rafik Fitra. MD dan Abdul Rahman Darwin K Latjanda.
Di nomor ini, medali emas direbut Jawa Barat yang menurunkan atlet Muhammad Alfi Kusuma, Muhammad Rizal dan Muhammad Syarif Hidayatullah, dengan meraih poin 8.000
Sedang medali perunggu ditempati regu Jawa Tengah dengan poin 7.715. Atletnya adalah Gabriel Simorangkir, Rastra Jabadiou Kutai dan Ridwan Prayitno.
Dengan demikian, kontingen Sulteng di cabang taekwondo, Minggu (03/10) sudah mengoleksi 1 emas dan 1 perak.
Apresiasi
Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura kepada Luwuktimes.id berharap, capaian medali ini dapat menjadi motivasi buat cabang olahraga lain untuk bisa berprestasi lebih tinggi lagi.
“Saya bangga. Sulteng hari ini bisa pecah telur, dengan meraih medali emas dan perak,” kata Rusdy Mastura.
Hal senada juga dikatakan Ketum KONI Sulteng, Nizar Rahmatu.

Dia terharu, bahkan sempat larut dalam tangisan, manakala Abdul Rahman Darwin yang tampil diurutan keenam dari 7 peserta mampu tampil prima penuh percaya diri.
Baca juga: Abdul Rahman Rebut Emas Pertama, Ketum KONI Sulteng Sujud Syukur
Penampilan Rahman sangat indah, energik tanpa salah membuat dewan juri memberikan angka tertinggi 79.99, disusul Muhamad Alfi Kusuma dari Jawa Barat 78.96 tempat ketiga Muhammad Abdulrahman Wahyu Provinsi Bali nilai 76.33.
Demikian disampaikan Nizar Rahmatu yang diwawancarai Luwuktimes.id Minggu (03/10) di sela-sela pelaksanaan final cabor Taekwondo nomor Kyorugi dan Poomsae individual dan beregu putra/Putri di pusat Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Kayu Batu Jayapura.
Dia berharap ini sebagai medali pembuka untuk Sulteng.
Disamping itu kita berharap cabang dayung nomor Rowing, binaraga, karate serta cabang cabang lain bisa mendulang medali emas.
“Insya Allah kita bisa membuat sejarah baru melampaui perolehan medali di PON Surabaya tahun 2000,, dengan 2 medali emas. Kalau itu tercapai sejarah baru olahraga di Sulteng,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sigi, Dr Samuel Yansen Pongi yang juga mantan atlet peraih medali perunggu PON yang kini diberi tanggung jawab untuk cabang beladiri kontingen PON mengaku bangga terhadap prestasi itu.
Dan sesuai janji sebelum berangkat ke Papua akan memberikan bonus jika mendapat medali emas.
“Usai penyerahan medali bonus, akan saya tunaikan kepada Abdul Rahman,” terang Wabup Sigi Biromaru. *
Discussion about this post