
BALANTAK UTARA— Sejumlah warga Desa Kuntang, Kecamatan Balantak Utara, Kabupaten Banggai, akhirnya membuka blokade jalan yang sempat ditutup sekitar 2,5 jam.
Aksi tutup jalan cara membakar ban di tengah jalan itu terhenti setelah Kapolsek Balantak Iptu Hasan bersama anggotanya tiba pada lokasi untuk menenangkan warga.
“Aksi penutupan jalan sekitar pukul 08.15 hingga pukul 10.15 Wita. Jadi sekitar 2,5 jam,” ungkap Hasan.
Hasan menjelaskan, aksi tutup jalan penghubung antara Desa Kuntang dan Desa Teku, Kecamatan Balantak Utara itu buntut dari kasus penganiayaan terhadap pemuda asal Desa Kuntang yang terjadi di Desa Teku.
“Mereka menuntut agar para pelaku penganiayaan terhadap pemuda bernisial JL (30) warga Desa Kuntang ini segera ditangkap dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” jelasnya.
Sekitar pukul 09.00 Wita Kapolsek Balantak bersama anggotanya tiba di lokasi dan langsung melakukan pertemuan dan mediasi dengan warga serta keluarga korban.
“Dari mediasi ini kami berjanji segera menindak lanjuti kasus penganiayaan tersebut. Akhirnya sekitar pukul 10.15 Wita akses jalan kembali terbuka dan warga membubarkan diri,” tutur perwira pangkat dua balak ini.
Tanpa menunggu lama, tambah Hasan, pihaknya langsung menangkap dan mengamankan para terduga penganiayaan tersebut.
“Saat ini para tersangka kasus penganiayaan sudah kami amankan di Mapolsek Balantak. Situasi kembali aman dan kondusif,” tutupnya.*
Discussion about this post