Iklan

Info Mining KFM

Comdev PT. KFM Topang Perekonomian Desa Tuntung, Warga Desa Lingkar Tambang Bersyukur

365
×

Comdev PT. KFM Topang Perekonomian Desa Tuntung, Warga Desa Lingkar Tambang Bersyukur

Sebarkan artikel ini
Seorang Warga Desa Tuntung Kecamatan Bunta menyampaikan pendapatnya terkait kontribusi PT. KFM banyak memberikan dampak positif secara ekonomi melalui program pemberdayaan (Foto : DIKTENEWS)

Luwuk Times – Warga di Desa Lingkar Tambang, seperti Desa Tuntung Kecamatan Bunta, bersyukur atas kehadiran program pemberdayaan PT Koninis Fajar Mineral (PT KFM).

PT. KFM yang banyak menerapkan Good Mining Praktek (GMP), telah banyak memberikan dampak positif secara ekonomi bagi sebagian besar masyarakat Desa Tuntung, Kecamatan Bunta.

Advertisement
Scroll to continue with content

Hal tersebut di sampaikan salah satu warga dalam pertemuan bersama di Aula Kantor Camat Bunta, Sabtu (04/02/2023).

Warga mengaku bersyukur geliat perputaran roda perekonomian di desa itu salah satunya ditopang melalui program pemberdayaan masyarakat, yang sedang di jalankan.

Dia menyebutkan, terdapat dua kelompok pemberdayaan, yakni kelompok kuliner dan menjahit.

“Itu fakta, barusan tadi sebelum kami ke sini (Kantor Camat) pihak PT KFM melalui Comunity Development (Comdev) menggelar pelatihan peningkatan kapasitas kelompok,” terangnya.

Baca:  PT KFM Gelar Upacara Bulan K3, Tandatangani Komitmen Safety Kerja

Seandainya dalam pertemuan ini, di hadirkan pihak perusahaan ujar dia, agar supaya pihak lain tidak berbicara hanya sepihak.

Pertemuan yang di hadiri unsur Forkopimcam, Kades Tuntung Maryono Yusuf, Staf Khusus Bupati Banggai bidang Politik dan Hukum Dr Abdul Ukas, SH, MH mendampingi Kadis PMD Amin Jumail, agendanya pertemuan lanjutan mendengarkan langsung keterangan warga yang tidak menginginkan lagi kepimpinan Kades Tuntung Maryono Yusuf.

Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Banggai Amin Jumail, mengatakan sebelumnya masalah ini sudah di sampaikan pada Bupati Banggai oleh sebagian besar masyarakat, yakni beberapa point terkait penolakan Kades Maryono Yusuf menyangkut dana CSR (Corporate Sosial Responsibility).

Baca:  Kasus Pungli, Mantan Kades Tuntung di Vonis 4 Tahun Penjara

Kemudian Kades tidak melibatkan masyarakat dan perangkat desa dalam pengambilan keputusan rapat serta membuat ketersinggungan terhadap Lembaga Adat Desa. Di sampaikan juga oleh warga dalam pertemuan itu soal keganjilan ijazah di gunakan saat mencalon kades yang hanya menggunakan surat keterangan (suket).

Namun keganjilan itu terbantahkan setelah sebelumnya di konfrontir pada pihak pihak terkait baik pada tahapan pilkades dan pasca pilkades.

Terkait point di sampaikan Kadis PMD, itulah yang kemudian memicu reaksi keras bahkan kecaman warga menolak Kades Maryono Yusuf yang baru sebulan ini melaksanakan tugas, sebagai kades terpilih.

“Kami terlalu sakit dan kecewa, dan tidak mau lagi dia (kades) memimpin desa ini,” tegas warga dalam pertemuan itu,” pungkasnya. *

error: Content is protected !!