
“Harusnya provinsi lebih besar, 70:30. Tapi faktanya kami (Banggai) yang lebih besar,” ucapnya.
Dan bagi Irwanto, ini menjadi pembebanan bagi daerah. Sehingga jangan heran, jika banyak daerah yang menolak untuk menjadi tuan rumah Porprov Sulteng.
“Tidak salah jika daerah lain menolak jadi tuan rumah Porprov. Karena ada pembebanan daerah,” tegas dia.
Tak hanya Porprov. MTQ ke 29 di Luwuk Banggai juga daerah ini harus merogoh kocek besar APBD nya. Padahal Kabupaten Banggai hanya menjadi penyelamat, lantaran kabupaten lain tak siap melaksanakan hajatan itu.
Berdasarkan laporan panitia pelaksana MTQ, Banggai menganggarkan Rp 10 miliar. Sedang Pemprov Sulteng hanya Rp 800 juta lebih. Sebuah dana sharing yang sangat jomplang.
Dan itu juga disentil Irwanto Kulap pada rapat yang turut hadir Ketua Banggar Suprapto, Ketua TAPD Abdullah Ali, Wakil Ketua I DPRD Banggai Batia Sisilia Hadjar dan Wakil Ketua II Samsulbahri Mang. *
Discussion about this post