Dari Rumah Ibadah Menjadi Ruang Publik: Masjid Agung An-Nuur Luwuk Siapkan Lapak UMKM dan Taman Bermain Anak

oleh -116 Dilihat
oleh
Masjid Agung An-Nuur Luwuk. (Foto Sofyan Labolo Luwuk Times)

Berdiri di jantung kota dan menghadap ke kawasan Teluk Lalong, bangunan dua lantai yang dibangun pada era Bupati Banggai HM Junus dan H. Sudarto itu selama ini menjadi salah satu landmark yang mudah dikenali masyarakat maupun pendatang.

Seiring perjalanan waktu, kawasan sekitar masjid juga terus dipercantik.

Pada masa kepemimpinan Bupati Banggai H. Amirudin, dibangun area tempat duduk yang mengelilingi masjid.

Fasilitas tersebut dilengkapi penerangan sehingga menjadi lokasi favorit warga untuk bersantai pada sore hingga malam hari.

Kini, DKM melanjutkan upaya itu dengan memperindah area dalam masjid. Sekaligus mengembangkan fungsi sosial dan ekonomi kawasan sekitar.

Bagi DKM, pembangunan lapak UMKM maupun rencana taman bermain anak bukan sekadar proyek penataan fisik.

Keduanya diproyeksikan menjadi sumber pendapatan yang dapat mendukung operasional dan pengembangan Masjid Agung An-Nuur secara berkelanjutan.

Konsep tersebut lahir setelah pengurus DKM melakukan studi tiru ke salah satu masjid modern yang dikenal sebagai destinasi religi sekaligus ruang publik di Jawa Barat.

“Iya, itu merupakan hasil studi tiru kami di Masjid Al Jabar Bandung,” ungkap Asri.

Jika seluruh rencana itu terealisasi, Masjid Agung An-Nuur Luwuk tidak hanya menjadi tempat beribadah.

Tapi lebih dari itu juga menjadi pusat aktivitas masyarakat yang memadukan fungsi keagamaan, sosial, edukasi, dan ekonomi dalam satu kawasan yang nyaman dan ramah keluarga. *

Sofyan Labolo