Close

Pagimana

Dinilai Cuma Formalitas dan “Mandul”, Empat Anggota DPRD Banggai Asal Pagimana Disemprot Aktivis

SofyanSofyan
Reza Saad
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Pagimana – Kinerja empat Anggota DPRD Kabupaten Banggai dari Daerah Pemilihan (Dapil) Pagimana menuai kritik pedas.

Kehadiran mereka di parlemen lalong dinilai gagal total dalam mengawal aspirasi dan menyelesaikan persoalan mendasar yang terus mencekik warga setempat.

Sorotan tajam ini dilontarkan oleh aktivis Reza Saad. Ia menyoroti empat wakil rakyat asal Pagimana, yakni Herdi Djiada, Ramli Mbani, Indri Aziz Hinelo, dan Lisa Sundari.

Reza menilai keberadaan mereka di tengah masyarakat tak lebih dari sekadar aksi seremonial dan pencitraan belaka.

“Jangan hanya hadir di tengah masyarakat sebagai seremoni saja, sementara masalah riil di Pagimana tidak pernah diperjuangkan. Fungsi kontrol mereka di parlemen benar-benar mandul,” tegas Reza.

Air Bersih Macet, Tagihan Tetap Jalan

Salah satu krisis utama yang disentil Reza adalah persoalan krisis air bersih yang telah menjadi momok menakutkan bertahun-tahun.

Warga Pagimana kerap harus gigit jari lantaran pasokan air mati berhari-hari, padahal keluhan sudah berulang kali disuarakan hingga meramaikan media sosial.

Ironisnya, meski pelayanan buruk dan aliran air sering mampet, warga tetap diwajibkan membayar tagihan secara penuh. Solusi jangka panjang dari para pemangku kebijakan pun tak kunjung terlihat.

Dugaan Permainan BBM Bersubsidi

Tak berhenti di situ, Reza juga membeberkan karut-marut distribusi BBM bersubsidi di APMS Pagimana.

Cepat habisnya stok pasokan dinilai bukan semata-mata karena kelangkaan, melainkan adanya indikasi kuat lemahnya tata kelola dan kebocoran alokasi.

BBM bersubsidi yang seharusnya menjadi hak masyarakat kecil diduga kuat mengalir ke pihak-pihak yang tidak berhak, menciptakan kegaduhan di ruang publik.

Pertanyakan Nurani Wakil Rakyat

Reza mempertanyakan apakah isu-isu vital ini pernah sungguh-sungguh diangkat dalam rapat paripurna atau agenda resmi di gedung DPRD Kabupaten Banggai.

Menurutnya, keempat legislator tersebut memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional atas mandat yang telah diberikan rakyat Pagimana.

“Masalah air dan BBM ini adalah urat nadi warga. Sangat disayangkan jika para legislator yang dipilih langsung oleh rakyat justru apatis dan menutup mata,” pungkasnya. *