Close

Enam Warga Positif DBD di Pagimana, Desa Jayabakti Tertinggi

SofyanSofyan158 dilihat
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Pagimana – Puskesmas Pagimana mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), terutama di tengah kondisi cuaca panas saat ini.

Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut mulai menjadi perhatian serius setelah ditemukan enam pasien positif DBD di wilayah kerja Puskesmas Pagimana.

Kepala Puskesmas Pagimana, Moh. Ali Totong, Jumat (31/10), mengungkapkan bahwa enam pasien yang terkonfirmasi positif DBD tersebut terdiri dari anak-anak dan remaja.

Seluruh pasien telah dirujuk ke RSUD Luwuk untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Menurut Ali Totong, berdasarkan hasil pemantauan dan pemeriksaan tim medis, warga Desa Jayabakti menjadi kelompok dengan jumlah kasus tertinggi.

Pihaknya menduga salah satu faktor yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk adalah penampungan air bersih milik warga yang menggunakan ember, loyang, maupun wadah lainnya.

“Sebagian besar masyarakat masih menampung air bersih di dalam ember, loyang, atau wadah lainnya. Kondisi tersebut apabila tidak diperhatikan kebersihannya dapat menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk penyebab DBD,” jelas Ali Totong.

Sebagai langkah penanganan awal, Puskesmas Pagimana telah melakukan edukasi kepada masyarakat Desa Jayabakti.

Tim medis juga akan mengambil sampel dan melakukan pemeriksaan di sejumlah rumah warga guna mengidentifikasi potensi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Selain itu, pihak Puskesmas Pagimana berencana melakukan pengasapan atau fogging dalam waktu dekat sebagai salah satu upaya pengendalian penyebaran nyamuk.

“Sudah enam orang pasien yang terinfeksi DBD. Pihak Puskesmas Pagimana segera melakukan edukasi di Desa Jayabakti, mengambil sampel di sejumlah rumah warga, dan dalam waktu dekat kami akan melakukan fogging,” ujar Ali Totong.

Lebih lanjut, Ali Totong mengingatkan masyarakat agar mengenali sejumlah gejala DBD yang perlu diwaspadai, di antaranya demam tinggi mendadak selama 2–3 hari, nyeri perut, mual, serta muntah secara terus-menerus.

Gejala lainnya berupa tanda-tanda perdarahan seperti mimisan, gusi berdarah, maupun munculnya bintik-bintik merah pada kulit.

Masyarakat juga perlu mewaspadai kondisi tubuh yang semakin lemas, gelisah, serta berkurangnya jumlah urine atau air kencing.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan gejala tersebut dan segera membawa anggota keluarga yang mengalami keluhan mencurigakan ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Puskesmas Pagimana juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan upaya pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras dan membersihkan tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menampung air. *

Reporter Anto Yasin

Pasang Iklan Anda Disini_1