Advertisement

Kecamatan

Kajari Banggai, Ayah Asuh Stunting di Desa Bunga Evaluasi Progres Kesehatan

505
×

Kajari Banggai, Ayah Asuh Stunting di Desa Bunga Evaluasi Progres Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Ayah Asuh Stunting di Desa Bunga Kecamatan Luwuk Utara, Kajari Banggai R. Wisnu Bagus Wichaskono kembali bertandang ke Desa Bunga, Jumat (18/08/2023).

Luwuk Times, Luwuk Utara — Ayah Asuh Stunting di Desa Bunga Kecamatan Luwuk Utara, Kajari Banggai R. Wisnu Bagus Wichaskono bertandang ke Desa Bunga, Jumat (18/08/2023).

Dalam mengunjungi ibu hamil, ibu menyusui dan bayi yang dikategorikan beresiko stunting, Wisnu Bagus tak datang sendiri.

Ia didampingi Pengurus Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Daerah Banggai bersama Plt. Dinas P2KBP3A dan Kepala Dinas Kesehatan.

Ada juga Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan perwakilan Badan Perencanaan Daerah dan Litbang.

Kedatangan Wisnu Bagus dan rombongan ini dalam rangka monitoring dan evaluasi progres kesehatan mereka.

Wisnu Bagus tak datang dengan tangan kosong.

Baca:  Tim Penertiban Pasar Simpong Luwuk Bantah Pilih Kasih

Sebagai bentuk kepedulian akan percepatan penurunan stunting, ia menyerahkan bahan makanan pendamping untuk ibu hamil, ibu menyusui dan bayi yang dikategorikan beresiko stunting.

“Bantuan itu berupa beras, minyak goreng, kacang hijau, kacang tanah, telur dan biskuit,” tulis Kepala Seksi Intelijen Kejari Banggai Firman Wahyudi, dalam rilisnya yang diterima Luwuk Times, tadi malam.

Seperti kita ketahui, telur mengandung protein tinggi. Begitu pula kacang hijau dan kacang tanah kaya akan karbohidrat serta kalsium yang cukup tinggi,

Sehingga harapan kami kata Firman Wahyudi, kedepan akan ada kecukupan gizi bagi bayi dan mencegah resiko ibu hamil melahirkan bayi stunting.

Baca:  PKS Banggai Gelar Konsolidasi Pemenangan Pemilu 2024

Firman Wahyudi juga menginformasikan, dalam pertemuan tersebut pihaknya mendapatkan laporan dari kepala desa Bunga.

Antara lain, ibu hamil, ibu menyusui dan bayi beresiko stunting secara rutin memeriksakan kesehatan di Posyandu dan terdapat alokasi dana yang bersumber dari dana desa yang diperuntukkan kegiatan intervensi stunting.

Mengingat penurunan stunting ini merupakan arahan Direktif Presiden, sambung Firman Wahyudi, Kajari Banggai menghimbau agar Kades Bunga dan jajaran benar-benar memanfaatkan dan menggunakan anggaran yang disediakan negara sesuai peruntukannya.

“Jangan menyimpang dan mempergunakan alokasi dana tersebut untuk kepentingan pribadi,” pesan Kajari Banggai yang diteruskan Kepala Seksi Intelijen Firman Wahyudi. *

(yan)