

Kewajiban rakyat kepada pemimpinnya hanya samikna waatakna, yang berarti kami dengar dan kami patuh.
Ucapan kami dengar dan kami patuh dalam hubungan Pemerintahan bermakna bahwa rakyat harus diberikan pendidikan dan pengajaran yang baik dan benar oleh pemimpinnya, sehingga mereka mau mendengar apa yang dikatakan pemimpinnya.
Rakyat juga harus diajari, diberikan pendidikan dan latihan disiplin seperti ala militer, yang sewaktu-waktu dapat dipergunakan oleh negara bila terjadi perang dan sebagainya.
Makna kepatuhan rakyat kepada pemimpin nya, karena mereka melihat pemimpin nya bersih dari kekotoran, tidak maksiat, tidak kentut, tidak buang air besar, dan lain-lain.
Bila pemimpin nya penuh kekotoran, jangan berharap rakyat akan patuh dan taat pada pemimpinnya. Jangankan rakyat, orang-orang terdekat dan orang-orang kepercayaan pemimpin akan mudah berkhianat dan munafik.
Betapa dahsat dan luar biasa nya, pelajaran kepemimpinan dari sholat yang dilakukan dan di ajarkan Islam.
Pemimpin tidak saja cerdas, bersih dan fasih dalam mengucapkan bahasa-bahasa Pemerintahan. Tetapi juga ia seorang laki-laki yang tidak mudah galau oleh situasi dan kondisi rakyatnya.
Laki-laki yang pantang menyerah, penuh semangat dan energi dan memiliki kekuatan fisik diatas rata-rata.
Laki-laki yang selalu bersandar pada kekuatan Ilahiah, bukan bersandar pada kekuatan materi, uang dan simbol-simbol dunia lainnya.
Sebagai seorang pemimpin, ia selalu mengajak untuk menyebut Nama Allah Swt di segala tempat dan situasi.
Pemimpin yang selalu menyebutkan rasa syukur yang tiada terhingga atas nikmat-nikmat kehidupan yang telah diberikan oleh yang maha kuasa.
Pemimpin yang menyadari bahwa segala yang dimiliki karena rahman dan rahim Nya.
Kepemimpinan yang menyadari bahwa semua aktivitas kehidupan pemerintahan, akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah Swt sebagai yang menguasai hari pembalasan.
Kepemimpinan yang selalu menyadarkan rakyatnya bahwa, kepada sang khalik lah kita meminta bantuan dan pertolongan, dan kepada yang lain, bukan meminta bantuan kepada hakim, jaksa, polisi dan lainnya. Tetapi semua pertolongan dan bantuan datangnya dari Allah Swt.
Pemimpin yang selalu memohon petunjuk kepada sang pencipta agar diberikan jalan yang lurus, jalan yang benar, dan jalan yang baik dalam kehidupan pemerintahan, kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sebagaimana kehidupan bernegara dan berpemerintahan di zaman Nabi SAW, di zaman Usman Bin Afan, di zaman Abu Bakar Siddik, di zaman Umar Bin Khatab dan pemerintahan Ali Bin Abu Thalib yang Allah Swt beri keberkahan dan perlindungan Dunia dan akhirat Baldatun Thaibatun wa Rabbul Gafur. *
Discussion about this post