IKLAN
Kecamatan

Obat Racikan Dibungkus dengan Kertas Rokok, Kepala Puskesmas Bunta Banggai Berkomentar

1215
×

Obat Racikan Dibungkus dengan Kertas Rokok, Kepala Puskesmas Bunta Banggai Berkomentar

Sebarkan artikel ini
Obat racikan yang dibungkus dengan kertas rokok ditemukan di Kecamatan Bunta Kabupaten Banggai. (Foto: Istimewa)

LUWUK TIMES — Dunia kesehatan di Kabupaten Banggai tercoreng. Itu setelah ditemukan ada obat racikan dibungkus dengan kertas rokok. Kepala Puskesmas Kecamatan Bunta Kabupaten Banggai beri tanggapan atas kasus itu.

Informasi yang diterima, ada oknum dengan sengaja menggabungkan kertas rokok (cigarettes paper) dalam jumlah banyak, dengan kertas puyer (perkamen) di tempat penyimpanan yang berada di ruangan apotik Puskesmas Bunta.

Karena sudah tergabung, sehingga kertas rokok itu terpakai sebagai pembungkus racikan obat yang di berikan pada salah seorang pasien.

Kabar ini sampai ke telinga Kepala Puskesmas Bunta I Nyoman Widana SKM pada Rabu (26/05/2023). Itu setelah ia mendapat informasi dari sebuah pemberitaan salah satu media.

“Saya kaget. Seharusnya dikonfrimasi dulu supaya informasinya berimbang. Sehingga tidak menjadi liar di tengah publik. Tentu ini dapat merugikan banyak pihak dan memunculkan beragam perspektif,” kata Kepala Puskesmas Bunta I Nyoman Widana, kepada sejumlah media, Rabu (26/05/2023).

Ia menegaskan, racikan obat dengan menggunakan kertas rokok tidak pernah ada sepanjang ia menjabat sebagai Kepala Puskesmas Bunta hingga saat ini.

Ia mengaku, kertas puyer (pertakem) atau umumnya pembungkus racikan obat telah disiapkan sebanyak 2 paket, pada akhir Februari 2023.

“Satu paket jumlahnya 500 lembar. Jadi dua paket totalnya 1000 lembar. Dan stok kami tersedia banyak di apotik,” jelas I Nyoman Widana.

Dia menelusuri keberadaan informasi itu. Yakni dengan memintai keterangan petugas apotik. Termasuk kepala ruangan apotik.

Baca:  Hari Lahir Pancasila, PDIP Banggai Gelar Upacara di TMP Tanjung Tuwis

Dari keterangan lima petugas apotik, terkonfirmasi empat orang petugas apotik, tiga orang PHL dan satu orang PNS.

Mereka sama sekali tidak mengetahui siapa oknum yang sengaja meletakan kertas rokok dalam jumlah banyak yang di satukan dalam tempat penyimpanan kertas puyer (perkamen).

“Logikanya tidak mungkin kertas rokok itu nongol dalam penyimpanan kertas puyer dalam satu tempat. Pasti ada orang yang sengaja meletakan dengan maksud dan tujuan tertentu,” tambahnya.

Kertas rokok bermerek (payung) yang isi bagian dalamya berwarna putih dan bagian luar kertas warna coklat itu sengaja diletakan pada bagian atas dalam wadah penyimpanan kertas puyer (pertakem). Sementara kertas puyer diletakan pada bagian bawah.

error: Content is protected !!