Advertising

-->
-->

Di Banggai Pemilik Knalpot Bising tak Pernah Jerah, Malah Makin Marak Hingga Kecamatan

Sofyan
Polsubsektor Toili Barat Polsek Toili mendatangi SMK Negeri 2 Toili Barat untuk melakukan razia kendaraan sepeda motor yang menggunakan knalpot tak sesuai spesifikasi, di halaman parkir sekolah tersebut, Rabu (24/7/2024).
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

BANGGAI — Meski polisi intens menertibkan knalpot bising, namun para pengguna tak pernah jerah. Bahkan para pemakai knalpot tidak ber standar nasional Indonesia (NSI) itu semakin marak.

Fenomena itu tak hanya terlihat di dalam Kota Luwuk. Para pengendara yang menggunakan knalpot racing itu ramai digunakan di wilayah kecamatan.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Toili, polisi sampai-sampai melakukan Razia di sekolah.

Baca Juga:  KONI Banggai Coret Atlet Non-Potensial, Sugiarto Djanun: Fokus Kita Prestasi dan Medali, Bukan Rombongan Hore

Polsubsektor Toili Barat Polsek Toili mendatangi SMK Negeri 2 Toili Barat untuk melakukan razia kendaraan sepeda motor yang menggunakan knalpot tak sesuai spesifikasi, di halaman parkir sekolah tersebut, Rabu (24/7/2024).

Kedatangan Polisi tersebut, mengejutkan para siswa yang memiliki kendaraan sepeda motor menggunakan knalpot bising.

Sehingga para siswa melepas knalpot bisingnya untuk dikumpulkan petugas dan diberikan penyuluhan.

Kasubsektor Toili Barat IPDA Haryadi mengatakan, razia knalpot bising ke sekolah itu menindaklanjuti keluhan dari masyarakat terkait maraknya pelajar yang menggunakan sepeda motor bising dan menggangu ketertiban umum.

Baca Juga:  Diancam "Hajar" hingga Diintimidasi di Kantor Lurah, Jurnalis di Bunta 1 Ditekan Usai Bongkar Bantuan Beras

Selain itu, maraknya kecelakaan lalu lintas oleh siswa maupun kegiatan ini merupakan imbangan dari Operasi Patuh Tinombala 2024 diwilayah Toili Barat.

“Para pelajar yang menggunakan knalpot brong langsung diperintahkan untuk menggantinya dengan knalpot spesifikasi, “kata Haryadi.

Baca Juga:  Terbengkalai Akibat Alih Status, Warga Salodik Turun Tangan Tambal Tanjakan Lumba-Lumba Pakai Uang Swadaya

Usai melakukan razia lanjut Kasubsektor, pihaknya memberikan sosialisasi kepada pelajar agar menggunakan knalpot standar dan tidak lagi menggunakan knalpot bising.

Ia berharap, dengan dilaksanakannya razia knalpot tak sesuai spesifikasi di sekolah tersebut, sehingga bisa menguranggi penggunaan knalpot bising yang sangat menggangu warga atau pengendara lainnya. *

Baca: Pesan Lurah untuk Karang Taruna Jole Luwuk Selatan: Bangkit dan Manfaatkan Peluang

-->