Advertising

Example floating
Example floating

Menembus Malam demi Kesehatan Warga Kepulauan di Pagimana Banggai

Sofyan
Pelayanan Kesehatan di Desa Bajo Poat kecamatan Pagimana, oleh UPTD Puskesmas Pagimana, (FOTO: Rubania untuk Luwuk Times)
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

Luwuk Times, Pagimana– Lambaian ombak dan gelapnya malam di wilayah kepulauan tidak menyurutkan langkah para tenaga medis UPTD Puskesmas Pagimana.

Demi memastikan masyarakat di pelosok mendapatkan akses kesehatan yang layak, mereka rela melaut dan berlayar dari pulau ke pulau, melayani warga hingga larut malam.

IMG-20260829-WA0006

Jumat (4/9) menjadi hari yang panjang bagi rombongan medis yang dipimpin langsung oleh Kepala UPTD Puskesmas Pagimana, Mohammad Ali Totong, bersama dr. Gita Rismawati Patiwei dan jajaran tenaga kesehatan lainnya.

Baca Juga:  Tak Kenal Medan dan Waktu, Puskesmas Pagimana Jemput Bola Layani Warga di Wilayah Kepulauan

Sejak pagi hingga siang, mereka maraton memberikan pelayanan medis di Desa Balaigondi dan Desa Tanpe.

Tak berhenti di situ, perjalanan dilanjutkan saat matahari mulai terbenam.

Pada pukul 16.00 WITA, rombongan tiba di Desa Gomuo untuk membuka posko pengobatan.

Memasuki pukul 20.00 WITA, pelayanan bergeser ke Desa Bajo Poat dan baru berakhir menjelang tengah malam.

Baca Juga:  Resmi Dilantik Camat Pagimana, Meylinda Djafar Nahkodai Desa Siuna Hingga Pilkades 2027

“Pelayanan pengobatan di Desa Bajo Poat berlangsung sampai pukul 22.30 WITA. Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Rubania, salah satu bidan yang akrab disapa Bidan Nia.

Dari hasil pemeriksaan marathon di empat desa kepulauan tersebut, tim medis mencatat sebagian besar warga mengeluhkan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hipertensi, serta gastritis atau maag.

Baca Juga:  Menembus Ombak demi Senyum Warga: Dedikasi Tanpa Batas Puskesmas Pagimana di Desa Kepulauan

Meski lelah menempuh perjalanan darat dan laut hingga larut malam, pengabdian mereka belum selesai. Semangat untuk melayani masyarakat terpencil tetap menyala.

“Insyaallah esok pagi pukul 08.00 WITA, kami masih terus membuka pelayanan pengobatan untuk warga di desa,” kata Ali Totong menutup pembicaraan. *

Reporter Anto Yasin

-->