Advertising

Example floating
Example floating

Hangatnya Markas PWB: Dari Onyop Bareng hingga Pencerahan Jurnalistik Bersama Mas Yo

Sofyan
Suasana akrab terlihat di markas PWB
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

Luwuk Times, Luwuk — Udara siang di Jalan Halmahera, Luwuk Selatan, terasa begitu hangat pada Jumat (04/09/2026). Di Sekretariat Paguyuban Wartawan Banggai (PWB), tidak ada protokol kaku, apalagi sekat birokrasi. Yang ada hanya aroma kopi yang menguar, sepiring kue panada, dan obrolan hangat yang mengalir tanpa arah yang dipaksakan.

Hari itu, markas PWB kedatangan tamu istimewa. Dia adalah Setiyo Utomo. Bagi insan pers di Sulawesi Tengah, sosok yang akrab disapa Mas Yo ini bukanlah nama asing.

IMG-20260829-WA0006

Selain menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Luwuk Times, ia merupakan mantan Ketua SIWO PWI Sulteng sekaligus wartawan pemegang sertifikasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Utama.

Baca Juga:  Manasik Haji Calon Haji 2027 Pertemuan Ke-5 Digelar di Luwuk

Namun, di tengah kepungan wartawan muda PWB, status senioritas itu seolah lebur. Tanpa panggung, tanpa mic, apalagi moderator, diskusi berjalan mengalir penuh keakraban.

Baca Juga:  500 Buruh Transport Banggai Siap Meledak di Jalanan

Sebagai sosok yang kenyang pengalaman, pernah menahkodai Koran Mingguan Era Mas Yo tak pelit membagi amunisi.

Ia membeberkan dinamika dapur redaksi, berbagi resep menjaga integritas, hingga memberikan pencerahan peta organisasi profesi kewartawanan masa kini.

Bagi para pewarta muda di Luwuk, sesi les lesehan ini tak ubahnya konseling jurnalistik yang menyegarkan.

Puncak keakraban itu hadir saat hidangan khas disajikan. Bukan sajian mewah ala hotel bintang lima, melainkan racikan onyop kuliner lokal berbahan sagu khas Banggai yang disantap bersama-sama.

Baca Juga:  Arif Hasan Damalante Nakhoda Baru Karang Taruna RT 03 Apastu Kelurahan Bungin

Di atas piring yang sama, batasan antara wartawan senior dan junior benar-benar runtuh.

Siang itu, Sekretariat PWB tak sekadar jadi tempat berkumpul, tetapi menjadi ruang di mana ilmu diturunkan lewat kesederhanaan, dan kebersamaan diikat lewat suapan onyop. *

-->