Dapur Mom's Arsy
Dapur Mom's Arsy
Dapur Mom's Arsy
Luwuk Times, Luwuk — Udara siang di Jalan Halmahera, Luwuk Selatan, terasa begitu hangat pada Jumat (04/09/2026). Di Sekretariat Paguyuban Wartawan Banggai (PWB), tidak ada protokol kaku, apalagi sekat birokrasi. Yang ada hanya aroma kopi yang menguar, sepiring kue panada, dan obrolan hangat yang mengalir tanpa arah yang dipaksakan.
Hari itu, markas PWB kedatangan tamu istimewa. Dia adalah Setiyo Utomo. Bagi insan pers di Sulawesi Tengah, sosok yang akrab disapa Mas Yo ini bukanlah nama asing.
Selain menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Luwuk Times, ia merupakan mantan Ketua SIWO PWI Sulteng sekaligus wartawan pemegang sertifikasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Utama.
Namun, di tengah kepungan wartawan muda PWB, status senioritas itu seolah lebur. Tanpa panggung, tanpa mic, apalagi moderator, diskusi berjalan mengalir penuh keakraban.
Sebagai sosok yang kenyang pengalaman, pernah menahkodai Koran Mingguan Era Mas Yo tak pelit membagi amunisi.
Ia membeberkan dinamika dapur redaksi, berbagi resep menjaga integritas, hingga memberikan pencerahan peta organisasi profesi kewartawanan masa kini.
Bagi para pewarta muda di Luwuk, sesi les lesehan ini tak ubahnya konseling jurnalistik yang menyegarkan.
Puncak keakraban itu hadir saat hidangan khas disajikan. Bukan sajian mewah ala hotel bintang lima, melainkan racikan onyop kuliner lokal berbahan sagu khas Banggai yang disantap bersama-sama.
Di atas piring yang sama, batasan antara wartawan senior dan junior benar-benar runtuh.
Siang itu, Sekretariat PWB tak sekadar jadi tempat berkumpul, tetapi menjadi ruang di mana ilmu diturunkan lewat kesederhanaan, dan kebersamaan diikat lewat suapan onyop. *










