Close ADS

Bangkep

Pilkada Bangkep Banjir Calon, Minus Rekomendasi

996
×

Pilkada Bangkep Banjir Calon, Minus Rekomendasi

Sebarkan artikel ini
Dari kiri Dari kiri Yutdam Mubin, Irianto Malinggong, Fatiyah Suryani Mile, Sugianto Tamoreka dan Sudirman Sapat

BANGKEP, Luwuk Times—Genderang perang pemilihan bupati (pilbup) Banggai Kepulauan (Bangkep), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mulai ditabuh.

Sejumlah politisi, birokrasi, pengusaha sampai akademisi mulai pasang kuda-kuda, dan tebar pesona guna menarik perhatian masyarakat.

Sederet nama yang sudah muncul kepermukaan untuk ikut kontestasi Pilbup Bangkep dari politisi adalah Irianto Malinggong, Delmard Siako dan Rusdin Sinaling.

Dari birokrat tercatat nama Rusli Moidady (Sekda Bangkep) dan Rachmad Labou, staf ahli Bupati bangkep.

Dari kalangan pengusaha muncul nama Sugianto Tamoreka, Serfi Kambey, Hery Ludong, Fatiyah Suryani Mile, Singgih Baskoro Mus, dan Muh Apriyanto Enteding.

Akademi ada Yutdam Mubin pengajar di fakultas MIPA Universitas Tadulako Palu.

Tidak ketinggalan dua mantan komisioner KPU Bangkep, Sudirman Sapat dan Tamin Djopau.

Memprediksi calon bupati Bangkep yang diusung partai politik (parpol) pada pilkada 27 November, memang sangat menarik.

Untuk melahirkan pasangan calon (Paslon) bupati dan Wakil bupati, Partai atau gabungan partai wajib memiliki 5 kursi dari total 25 kursi yang dimiliki DPRD Bangkep.

Baca:  Pemda Bangkep dan Baznas Kompak Bantu Kebutuhan Pangan Masyarakat

Hasil pileg 2024 di Kabupaten Bangkep tercatat ada 2 partai yang meraih kursi terbanyak dengan 4 kursi.

Yaitu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Nasdem. Disusul Partai Golkar 3 kursi, PDIP 3 kursi, Gerindra 3 kursi, Demokrat 3 kursi, Perindo 1 kursi Hanura 1 kursi, PKS 1 kursi, PBB 1 kursi, PSI 1 kursi.

Jika mengacu pada hasil pemilihan legislatif (pileg) Februari 2024. Di Bangkep, tidak ada parpol yang mampu meraih 5 kursi, agar dapat mengusung Paslon pada Pilbup.

Syarat untuk mengusung Paslon, bupati-wakil bupati Bangkep. Partai atau gabungan partai wajib memiliki 5 kursi dari total 25 kursi yang dipunyai DPRD Kabupaten Bangkep.

Alhasil, mau tak mau partai harus berkoalisi agar bisa melahirkan Paslon.

Akan halnya pilbup Bangkep, tahun 2024. Bandul politik Kabupaten Bangkep telah bergeser. Jika tahun kemarin bandul ada di Partai Nasdem, PDIP dan Golkar, kini Palu sidang DPRD Bangkep ada ditangan PKB.

Dari pantauan Luwuk Times, bergesernya bandul ikut mempengaruhi para calon bupati, yang kini berduyun-duyun merapat ke PKB.

Baca:  DPRD Bangkep Tetapkan Raperda Perubahan APBD 2022

Sasarannya tak lain agar bisa dijagokan PKB dalam kontestasi pilbup Bangkep.

Bocor halus yang sampai ke telinga Luwuk Times, dari belasan calon yang mendaftar, nama Fatiyah Suryani Mile, Yutdam Mubin dan Rusli Moidady yang sering disebut.

Apakah rekomendasi PKB akan jatuh ke salah satu dari tiga calon di atas. Atau mungkin ke calon yang lain, karena masih masih berproses di DPP PKB kita tunggu saja.

Bicara soal pilbup. Baik Parpol maupun Paslon tentu ingin meraih yang terbaik dan jadi pemenang. Agar bisa menang, Parpol dan Paslon harus bersinergi.

Paslon butuh partai agar bisa ikut kontestasi pilbup.

Sebaliknya, partai butuh Paslon yang kredibel, punya komunikasi politik yang baik, punya jejaring yang luas, punya nilai pasar agar bisa menang.

Partai Demokrat yang punya 3 kursi di DPRD Bangkep. Siap memanasi pilbup Bangkep.

Itu tergambar dengan banyaknya calon bupati mendaftar ke partai berlogo bintang mercy.