Bangkep

Rehabilitasi Jalan Bulungkobit-Bungin, Bulungkobit-Bakalan di Bangkep, Bobotnya Baru 35 Persen

474
×

Rehabilitasi Jalan Bulungkobit-Bungin, Bulungkobit-Bakalan di Bangkep, Bobotnya Baru 35 Persen

Sebarkan artikel ini
Penulis: Setiyo UtomoSumber Berita
Proyek rehabilitasi jalan lapen di Bulungkobit, Tinangkung Kabupaten Bangkep. (Foto Luwuk Times)

Luwuk Times, Bangkep — Proyek rehabilitasi jalan Bulungkobit-Bungin, Bulungkobit-Bakalan Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), dengan lebar 3,5 meter dan panjang 3,5 Kilometer, menyisahkan 15 hari lagi kontraknya akan berakhir.

Dalam kontrak, proyek rehabilitasi jalan lapen di Pulau Bakalan, Kecamatan Tinangkung, yang mengitari 3 desa, Bulungkobit, desa Bungin dan desa Bakalan (3B), limit pelaksanaannya selama 150 hari. Yakni dimulai 13 Juni berujung 9 Nopember 2024.

Rehabilitasi jalan lapen Bulungkobit-Bungin, Bulungkobit-Bakalan, sumber dananya berasal dari dana alokasi umum (DAU) Kabupaten Bangkep tahun 2023. Sedang pelaksana nya adalah CV Citra Usaha Mandiri dengan nilai penawaran Rp.2. 278.670.000.

Pelaksana proyek rehabilitasi jalan lapen yang terletak di Pulau Bakalan, kini tinggal menyisakan waktu pelaksanaan 15 hari lagi.

Sementara bobot realisasi kegiatan di lapangan masih sangat minim, masih dalam tahap pengerasan belum diaspal

Dari pantauan Luwuk Times Minggu (22/10/23) di lapangan, jika membanding antara progres capaian dengan sisa waktu yang ada, naga-naganya pekerjaan rehabilitasi jalan lapen di Pulau Bakalan akan molor dan terlambat.

Baca:  Terdaftar Bacaleg NasDem Nomor Urut 1 Dapil IV Banggai, Helton Abd Hamid Mengaku Tidak Tahu

Dengan sisa waktu 15 hari, sementara bobot pekerjaan di lapangan baru melakukan pengerasan, belum diaspal besar kemungkinan pekerjaan akan terlambat dan rekanan patut diberikan sanksi.

Yang pasti, terjadinya keterlambatan membuat masyarakat jadi merugi karena harus tertunda mendapatkan azas manfaat dari pembangunan yang dibiayai dari payak masyarakat.

Sisi lain, keterlambatan itu membuat warga di tiga desa harus memperpanjang untuk menghirup debu.

Beberapa warga menuturkan, tebaran debu sangat mengganggu, terlebih dimusim kemarau seperti ini.

“Sejak adanya pengerasan jalan kami mandi abu. Tolong cepat diaspal supaya debu tidak beterbangan lagi”, tukas warga di Bulungkobit.

Pelaksana pekaksana teknis kegiatan (PPTK), Risgar Abd Rahim menyebutkan, terjadinya keterlambatan disebabkan sulitnya untuk mobilisasi alat.

Jika ditanya kenapa belum diaspal jawabnya karena kami masih menunggu hasil sandcone yang dilakukan teman-teman dari laboratorium.

Bila hasil uji lab tehadap pekerjaan pengerasan sudah masuk, secepatnya akan dilakukan pengaspalan. Lagi pula untuk pekerjaan pengaspalan kata Risgar sudah tidak ada masalah.

Baca:  Hari Maleo Sedunia Diperingati di Luwuk Banggai, Pemateri BKSDA Sulteng dan Alto

“Semua material sudah di lokasi pekerjaan. Baik peralatan, material batu pecah, sirtu, pasir dan aspal sudah ada”‘, tegas Risgar selaku PPTK.

Ditanya tentang serapan anggaran yang sudah ditarik dengan bobot pekerjaan yang baru 35 persen?

PPTK proyek rehabilitasi jalan lapen Bulungkobit-Bungin, Bulungkobit-Bakalan, enggan untuk memberi jawaban. Dengan alasan tidak tahu, sembari meminta menanyakan ke bagian keuangan.

Sumber di Bangkep menyebutkan, material yang digunakan untuk  pengerasan jalan kualitasnya materialnya patut dipertanyakan, demikian pula asal material tersebut.

Pasalnya, pekerjaan jalan dengan status lapisan penetrasi (lapen) materialnya harus kualitas baik.

Ketika hal tersebut ditanyakan kepada PPTK, Risgar menyebutkan material berasal dari pengerukan gunung di Bungin dan kualitasnya baik berdasarkan hasil uji laboratorium di Luwuk terang Risgar. *

Baca: Pemda Bangkep Launching Aplikasi Sistem Informasi Pengembangan Jalan Daerah

error: Content is protected !!