

Kalau itu yang menjadi acuannya, maka tergambar besaran dana pembinaan buat 30 cabor.
Dari 750 juta, porsi sekretariat KONI sebesar Rp 225 juta. Sehingga cabor mendapat porsi 70 persennya, yaitu 525 juta.
Ketika harus dibagi secara merata, maka setiap cabor dalam satu tahun anggaran mendapatkan Rp 17 juta.
Hitungan ini belum lah titik. Karena sekretariat KONI tidak akan maksimal menjalankan tupoksinya selama setahun jika akan mendapat kucuran dana 225 juta.
Karena selain pembayaran insentif jajaran KONI mulai dari Ketua Umum sampai pada unsur Wakil Ketua serta staf sekretariat yang berjumlah 11 orang juga ada kebutuhan yang menjadi prioritas.
Diantaranya perjalanan dinas, alat tulis kantor (ATK) serta pembayaran wifi, air dan listrik. Ditaksir total kebutuhan itu bisa mencapai Rp 600 juta lebih.
Nah, ketika ini juga menjadi rujukkan, maka sudah barang tentu berpengaruh terhadap nominal dana pembinaan cabor tadi. Sehingga angka 5-6 juta per cabor selama satu tahun tidak meleset.
Lahir pertanyaan kemudian, dimana reward atau penghargaan buat KONI dan cabor, pasca Kabupaten Banggai juara umum Porprov IX Sulteng tahun 2022? *
Sofyan Labolo
Discussion about this post