LUWUK TIMES, Jakarta — Ruang Istana Merdeka, Jakarta, menjadi saksi diskusi strategis berbobot tinggi pada Selasa siang (29/9/2026).
Presiden Prabowo Subianto memboyong jajaran menteri dan pimpinan lembaga kunci untuk membedah langkah-langkah konkret.
Hal itu demi menciptakan pemerintahan bersih sekaligus memagari masa depan generasi muda Indonesia.
Pertemuan penting ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, Wamenkes Prof. Dante Saksono Harbuwono, Kepala BRIN Arif Satria, Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Mensesneg Prasetyo Hadi, serta Seskab Teddy Indra Wijaya.
Ada tiga pilar utama dan terobosan besar yang menjadi fokus bahasan Presiden bersama para pejabat negara.
Pertama, hemat anggaran negara Rp1,2 triliun via Posbankum Desa.
Penguatan Pusat Bantuan Hukum Kementerian Hukum lewat Pos Bantuan Hukum (Posbankum) mencatatkan capaian fantastis.
Dari total sekitar 16.000 aduan masyarakat yang masuk di 83.960 desa dan kelurahan, sebanyak 14.000 kasus berhasil diselesaikan di tingkat bawah melalui mediasi dan restorative justice.
Selain menyelesaikan masalah tanpa perlu berlarut-larut ke meja hijau, mekanisme damai ini terbukti sukses menghemat anggaran negara hingga nyaris Rp1,2 triliun.
Kedua, investasi generasi muda yang sehat dan berdaya saing.
Pemerintah memberikan perhatian ekstra pada penciptaan ekosistem pendidikan, kesehatan, dan lingkungan sosial yang kokoh.
Targetnya jelas, memastikan anak-anak muda Indonesia tumbuh menjadi SDM unggul, produktif, dan siap bersaing di kancah global.
Ketiga, reformasi Lapas dan gelombang rehabilitasi narkotika.
Untuk mengatasi krisis kelebihan kapasitas (overcapacity) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), pemerintah merumuskan kebijakan rehabilitasi terpadu bagi para pengguna narkotika, termasuk yang saat ini berada di dalam penjara.
BNN bersama kementerian terkait disiapkan untuk melangkah bersama dalam penanganan yang lebih humanis dan solutif.
Di akhir arahan, Presiden Prabowo mengingatkan seluruh kementerian dan lembaga untuk tanpa kompromi menjaga integritas dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih (clean government).
“Menjaga generasi muda bukan hanya tentang menyiapkan masa depan, tetapi memastikan masa depan itu memiliki ruang untuk tumbuh dengan sehat, aman, dan produktif. Karena Indonesia yang kuat dimulai dari generasi yang kuat,” tegas Presiden. *













