
Reporter Anto Yasin
PAGIMANA, Luwuk Times— Hujan deras yang turun membuat sungai di Desa Lambangan Kecamatan Pagimana meluap. Akibatnya, puluhan rumah di sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Pagimana terendam banjir, Jumat (16/07).
Dari amatan Luwuk Times, air sungai Lambangan meluap sekitar pukul 12.00 wita.
Tak hanya pemukiman warga, banjir juga merendam perkebunan warga setempat.
Di Desa Pisou misalnya, mulai dari rumah warga, sekolah hingga Polindes air masuk hingga setinggi 1 meter.
Begitu pula di pusat ibukota kecamatan. Kawasan pertokoan, warung makan dan tempat perbelanjaan juga dimasuki air setinggi lutut orang dewasa.
Luapan air yang cukup kencang terjadi di pusat kota kecamatan, tepatnya di Kelurahan Pagimana.
Disana tanggul setinggi lima meter airnya ikut meluap. Akibatnya dua rumah warga yang saling berdekatan menjadi sasaran banjir setinggi 1 meter lebih. Praktis saja sejumlah peralatan rumah tangga ikut terendam dan mengalami kerusakan.
Warga Kelurahan Pagimana, Ko Song berharap kepada pemerintah daerah agar bangunan tanggul yang ada di pusat kota perlu ditinjau kembali.
“Perlu dibangun yang lebih tinggi lagi, agar air tidak mudah meluap di saat terjadi banjir besar,” kata Ko Song.
Sementara itu, warga Desa Lambangan Dedi berharap, agar pemda segera membangun tanggul penahan air di sepanjang bantaran sungai lambangan.
“Kasihan setiap musim hujan air sungai selalu meluap dan menggenangi rumah warga. Dan kami sudah beberapa kali mengalami musibah akibat luapan air dari sungai,” ucapnya. *
Discussion about this post