

TOLITOLI— Amran Yahya resmi menahkodai Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah periode 2022 – 2027.
Itu setelah dalam Musda yang menghadirkan para imam dan pengurus masjid se-Kabupaten Tolitoli sebagai peserta, memilih Bupati Tolitoli ini secara aklamasi sebagai Ketua DMI Tolitoli selama lima tahun kedepan.
“Musda DMI Kabupaten Tolitoli menetapkan dan mengesahkan Amran H Yahya sebagai Ketua PD DMI Kabupaten Tolitoli sekaligus Ketua Formatur,” ucap Pimpinan Sidang Musda PD DMI Kabupaten Tolitoli Syamsurijal Labatjo, di Tolitoli, Ahad (22/5).
Dalam rilis yang diterima Luwuk Times, Syamsurijal Labatjo menyatakan musda selain menetapkan Amran sebagai Ketua DMI Tolitoli, juga menetapkan Amran sebagai ketua formatur untuk menyusun komposisi kepengurusan.
Tentu saja dalam rangka menjalankan roda organisasi untuk mewujudkan visi DMI memakmurkan dan dimakmurkan masjid.
“Sesuai dengan ketetapan musda, ketua terpilih ditetapkan sebagai ketua formatur untuk menjalankan amanah musda yaitu membentuk kepengurusan. Pengurus sudah harus terbentuk dalam waktu tujuh hari,” ujar Ijal sapaan akrab Syamsurijal Labatjo.
Musda menjadi satu pendekatan proses dalam penentuan dan penetapan ketua dan pembentukan pengurus DMI di tingkat kabupaten dan kota se-Sulteng.
Olehnya, musda tersebut berlangsung Pimpinan Wilayah DMI Provinsi Sulteng menunjum Ma’sum Rumi sebagai karateker Ketua DMI Tolitoli.
Organisasi
Ma’sum Rumi diberi amanah oleh PW DMI Sulteng untuk melaksanakan musda, sebagai bentuk penguatan organisasi DMI di Tolitoli, yang merupakan organisasi keummatan berbasis masjid.
“Kami berusaha untuk melaksanakan dengan baik amanah yang diberikan, alhamdulillah hari ini musda dapat dilaksanakan dan terlaksana dengan baik,” ucap Ma’sum.
Ia berharap Amran Yahya sebagai ketua terpilih dapat menjalankan roda organisasi dengan baik, dalam rangka membangun kemakmuran umat dengan menjadi masjid sebagai basis pembangunan peradaban umat.
Berkaitan dengan itu Ketua DMI Sulteng Ahmad M Ali yang diwakili oleh Hartono Yasin Anda mengapresiasi pelaksanaan musda DMI Tolitoli yang berlangsung tertib.
“Kami menyampaikan permohonan maaf Ketum DMI Sulteng tidak sempat hadir di kegiatan ini. Beliau ingin hadir dan bersama-sama kita semua di tempat ini, namun karena ada suatu kegiatan yang tak kalah penting, sehingga beliau mengutus kami untuk hadir,” ucap Hartono.
“Walaupun Ketum DMI Sulteng belum sempat hadir, hal itu tidak mengurangi semangat beliau dalam memakmurkan umat lewat masjid. Yakinlah bahwa bapak haji Ahmad Ali punya komitmen membesarkan organisasi DMI di semua daerah,” ujarnya.
Ia berharap pengurus DMI Tolitoli tetap menjaga kebersamaan, persaudaraan dan kesolidan, untuk mengoptimalkan dan meningkatkan fungsi masjid sebagai basis pembangunan peradaban umat lewat visi memakmurkan dan dimakmurkan masjid.
“Visi besar ini tentu tidak dapat diwujudkan, bila tidak diikutkan dengan kebersamaan dan kesolidan pengurus. Maka, kata kuncinya adalah kebersamaan dan sinergisitas harus dibangun,” kata Hartono.
Terkait hal itu, Ketua DMI Tolitoli Amran H Yahya menyatakan kesiapannya menjalankan organisasi tersebut, dengan membangun sinergisitas antara DMI kabupaten dengan provinsi.
“DMI sebagai wadah berhimpun umat, yang tentu berbeda dengan organisasi lainnya. DMI adalah organisasi peningkatan iman. Maka saya siap berkomitmen berkolaborasi program DMI dengan program Pemda Tolitoli untuk kemajuan dan kesejahteraan ummat dan pegawai syara masjid se-Kabupaten Tolitoli,” ujar Amran. *
(Biro Kominfo PW DMI Sulteng)
Discussion about this post