
Simpang Raya, Luwuk Times – Jelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU), warga transmigran di sejumlah desa Kecamatan Simpang Raya menyuarakan sikap tegas menolak politik uang yang diduga dilakukan pasangan calon (Paslon) nomor urut 3, Sulianti Murad–Samsul Bahri Mang (Anti-Bali).
Menurut pengakuan beberapa warga yang ditemui pewarta, praktik serangan fajar bahkan sudah dimulai sejak Jumat sore atau H-1 sebelum PSU.
Namun mereka menilai upaya tersebut tidak serta-merta menjamin kemenangan bagi paslon yang menitipkan uang.
“Masalahnya bukan hanya pada uangnya, tapi siapa yang menyalurkan. Banyak yang tidak amanah. Informasinya nilai serangan bervariasi, mulai dari Rp 300 ribu, Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu per orang,” ujar seorang warga Desa Gonohop.
Warga menilai bahwa strategi serangan uang ini justru mencerminkan kepanikan dan lemahnya kepercayaan diri Paslon 03 terhadap hasil suara yang sah.
Di sisi lain, warga transmigran Simpang Raya yang dikenal punya keterikatan emosional kuat dengan komunitas transmigran di wilayah Toili menyatakan tidak akan tergoda oleh praktik semacam itu.
Mereka menyatakan tetap memilih calon yang sudah terbukti membawa perubahan nyata, bukan sekadar mengumbar janji.
“Kami ini bukan pemilih yang gampang dibeli. Kami tahu siapa yang bekerja untuk rakyat, bukan yang datang hanya waktu butuh suara. Bukti nyata lebih penting dari janji,” ungkap warga lainnya yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, aktivitas mencurigakan juga terpantau di ruas jalan utama Bunta menuju Simpang Raya pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WITA.
Beberapa unit mobil terlihat lalu-lalang, salah satunya disebut milik tokoh yang kerap dipanggil “Panglima” berinisial H.
“Mobil itu jelas terlihat. Setelahnya, dua unit lainnya juga lewat. Ini menambah kuat dugaan adanya serangan uang susulan,” imbuh narasumber.
Meski begitu, warga meyakini hasil PSU tidak akan jauh bergeser dari hasil voting day 27 November lalu, karena sebagian besar pemilih masih memegang teguh prinsip dan tidak mudah diiming-imingi uang.
Warga transmigran menegaskan bahwa arah dukungan mereka tetap pada calon yang berpihak kepada kepentingan rakyat banyak dan telah terbukti membawa kemajuan, tidak hanya untuk Simpang Raya, tapi untuk Kabupaten Banggai secara keseluruhan.*
Discussion about this post