Banggai

Wagub Sulteng Launching Program Gercep Gaskan Berdaya di Kabupaten Banggai, 242 KPM Terima Rp. 10 Juta

469
×

Wagub Sulteng Launching Program Gercep Gaskan Berdaya di Kabupaten Banggai, 242 KPM Terima Rp. 10 Juta

Sebarkan artikel ini
Penulis: Naser Kantu
Launching Program Gercep Gaskan Berdaya Pemprov Sulteng Tahun 2023, Senin (28/11/2023). (Foto : Naser Kantu)

Luwuk, LUWUK TIMES – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Ma’mun Amir secara resmi melaunching Program Pemprov Sulteng Gerak Cepat Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan (Gercep Gaskan Berdaya) Tahun 2023, Selasa (28/11/2023) bertempat di Kantor Bupati Banggai.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wagub Sulteng didampingi Bupati Banggai Ir. H. Amirudin kepada 5 penerima.

Total penerima Gercep Gaskan Berdaya di Kabupaten Banggai sebanyak 242 penerima di 5 kecamatan, masing-masing Kecamatan Luwuk 35 KPM, Luwuk Selatan 28 KPM, Pagimana 95 KPM, Bunta 47 KPM, Nuhon 37 KPM.

Setiap KPM menerima Rp. 10.000.000., sehingga total bantuan Program Gaskan Berdaya yang dialokasikan untuk Kabupaten Banggai sebesar Rp. 2,4 Miliar lebih.

Bupati Banggai Amirudin saat memberikan sambutan mengatakan bahwa penanggulangan kemiskinan merupakan salah satu kebijakan dan program pemerintah dan pemerintah daerah yang dilakukan secara sistematis dan terencana bersinergi dengan dunia usaha dan masyarakat untuk mengurangi jumlah miskin dalam rangka meningkatkan derajat kesejahteraan rakyat, sehingga diperlukan pedoman pelaksanaan melalui program kerja cepat pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat.

“Alhamdulillah pada pagi hari ini beberapa kegiatan bantuan yang akan diserahkan oleh Wakil Gubernur dan kami terus berupaya untuk memperkecil kemiskinan yang ada di Kabupaten Banggai, ada program Satu Juta Satu Pekarangan yang terus bergulir. Tujuannya adalah bagaimana kita secepat mungkin untuk mengentaskan kemiskinan yang ada di Kabupaten Banggai,” papar Bupati.

Bupati Amirudin juga menyebutkan Pemda Banggai memiliki program andalan untuk mengentaskan kemiskinan, yakni pelimpahan sebagian kewenangan Bupati ke Kecamatan.

“Kita prioritaskan untuk pemberdayaan masyarakat kegiatannya sehingga kemiskinan di Kabupaten Banggai semakin berkurang. Kalau kita melihat di Kabupaten Banggai, alhamdulillah lebih rendah dari nasional, terus kita programkan, dan hari ini dengan adanya bantuan dari provinsi mudah-mudahan ini akan lebih cepat mengentaskan kemiskinan yang ada di Kabupaten Banggai,” ucapn Bupati.

Baca:  Pemkab Bone Sulawesi Selatan Berguru SAKIP di Kabupaten Banggai

Wagub Sulteng sebelum menyerahkan bantuan, dalam sambutannya Pemerintah Provinsi Sulteng, mengatakan kemiskinan berdasarkan data BPS masih tinggi, namun kondisi ini berbanding terbalik dgn IPM Sulteng yang mengalami kenaikan.

“Saya minta agar BLT ditinjau kembali, dan diarahkan ke Padat Karya. BLT bisa diberikan bagi orang yang sakit, tidak berdaya dan tidak produktif. Tapi hampir semua kepala desa, 10-25 persen (ADD, red) diarahkan ke BLT. Yang jadi masalahnya, orang yang tidak pantas menerima BLT, itu menerima. Tapi yang pantas menerima, itu tidak menerima, sehingga sulit kita menyelasaikan yang namanya kemiskinan, dan stunting,” ungkap Wagub.

Dalam pengentasan kemiskinan, Wagub juga meminta agar disesuaikak dengan kebutuhan masyarakat bukan hanya sekedar keinginan. *

error: Content is protected !!