LUWUK TIMES, Luwuk — Rencana Pemerintah Daerah (Pemda) Banggai untuk menata ulang kawasan wisata Pantai Kilo Lima menuai tanggapan hangat dari masyarakat.
Penataan yang mencakup pembongkaran lapak tak aktif hingga penertiban usaha non-wisata ini disambut dengan gelombang dukungan dari netizen.
Sebagian besar warga sepakat bahwa ikon pariwisata Kota Luwuk tersebut memang sudah saatnya dipercantik kembali agar tidak kehilangan pesona aslinya.
Dukungan mengalir deras melalui berbagai komentar warga di media sosial.
Banyak netizen yang menilai kawasan Kilo Lima saat ini terasa kumuh dan semakin sempit untuk aktivitas wisata bahari seperti berenang, akibat tertutup rapat oleh deretan warung dan bangunan pedagang.
“Sangat setuju Kilo Lima sekarang sudah kumuh, harus ditata kembali,” tulis seorang netizen.
“Betul sekali ditata ulang, sudah hilang nama Pantai KM 5. Mau mandi-mandi saja sudah susah macam dulu, sudah full dengan orang jualan,” timpal warga lainnya.
Tak hanya soal estetika, masalah kebersihan dan pencemaran laut juga menjadi sorotan utama.
Warga khawatir jika tidak segera ditertibkan, limbah usaha dapat merusak keindahan ekosistem laut yang selama ini menjadi kebanggaan Kabupaten Banggai.
“Sangat setuju, soalnya pembuangan limbah mereka sudah dibuang ke laut. Maskotnya Luwuk itu Kilo Lima yang gagah sudah tertutup warung-warung. Cepat disegerakan sebelum laut yang indah tercemar,” ungkap seorang pengguna media sosial.
Selain memberikan dukungan penuh, warga termasuk dari kawasan terdekat seperti Kelurahan Maahas juga memberikan berbagai masukan konstruktif bagi Pemda Banggai.
Mereka mengingatkan pentingnya transparansi terkait status lahan, perizinan usaha, serta kejelasan tata ruang sebelum tindakan penertiban dilakukan.
Beberapa poin penting yang menjadi perhatian warga.
Pertama pencegahan pekat. Penataan diharapkan mampu mengeliminasi potensi munculnya tempat-tempat remang-remang di area wisata.
Kedua keseragaman desain. Diharapkan ada aturan standar untuk desain bangunan pedagang agar terlihat rapi dan seragam.
Ketiga, sosialisasi berkelanjutan. Pemda diminta mengedepankan pendekatan persuasif melalui sosialisasi aturan tata letak, kebersihan, dan penggunaan lahan sejak awal.
Secara keseluruhan, masyarakat menaruh harapan besar pada Pemda Banggai agar penataan Pantai Kilo Lima ini berjalan lancar.
Langkah ini dinilai sangat krusial demi mengembalikan fungsi Kilo Lima sebagai batas luar dan “wajah” utama estetika Kabupaten Banggai. *












