Close

Pertarungan Sengit Pengendara Motor Vs Jalanan di Bunta: Mabuk Dulu, Cium Aspal Kemudian

SofyanSofyan42 dilihat
Ilustrasi karikatur
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Banggai – Dunia persilatan jalan raya dihebohkan oleh aksi akrobatik spontan yang tidak masuk akal. Minggu dini hari (25/10/2026) sekitar pukul 02.30 Wita, Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Bunta II, Kabupaten Banggai, mendadak jadi saksi bisu pertarungan sengit antara pengendara motor versus aspal jalanan.

Pemeran utama dalam drama tengah malam ini adalah Jahri Salanta (22), warga Desa Pongian. Mengendarai kuda besi Yamaha Jupiter MX King abu-abu tanpa pelat nomor (TNKB), sebuah aksesori khas “raja jalanan tanpa identitas”, Jahri melaju dari arah Bunta menuju Desa Pongian.

Namun, alih-alih melaju mulus pulang ke rumah dengan tenang, pemuda ini rupanya salah perhitungan soal hukum gravitasi dan kadar alkohol dalam darah.

Berdasarkan laporan dari Kapolsek Bunta, IPTU Andi Wijanarko, sang pengendara diduga kuat sedang berada di bawah pengaruh minuman keras alias nyecap sebelum tancap gas.

Akibatnya fatal tapi mengundang geleng-geleng kepala. Setibanya di lokasi yang jalannya sebenarnya lurus (meski ada beberapa lubang kecil yang ikut berpartisipasi), Jahri tiba-tiba kehilangan kendali. Motornya dengan anggun melintasi jalur kanan sebelum akhirnya mencium bumi dengan sukses.

“Pengendara diduga berada di bawah pengaruh minuman keras saat berkendara,” ujar IPTU Andi dengan nada tegas, mengingatkan kita bahwa mabuk darat atau mabuk laut itu biasa, tapi mabuk asmara sama aspal jalan raya itu bahaya.

Akibat benturan dramatis tersebut, korban sempat mengalami temporary offline alias tidak sadarkan diri. Paket lengkap luka pun mendarat di tubuhnya, mulai dari luka lecet di kaki kanan, kedua tangan, hidung, pipi kanan, hingga luka robek terhormat di pelipis kiri.

Untungnya, tim penolong bergerak cepat mengamankan situasi. Jahri langsung dilarikan ke Puskesmas Kecamatan Bunta untuk mendapatkan perawatan medis, sementara motornya harus ikhlas menanggung kerugian materiel yang ditaksir mencapai Rp3 juta.

Personel kepolisian juga langsung sigap mendatangi TKP untuk mengamankan lokasi, yang kini dilaporkan sudah kembali aman, kondusif, dan bebas dari aksi akrobatik susulan. *

Editor Sofyan Labolo

Pasang Iklan Anda Disini_1