LUWUK TIMES, Banggai – Siang itu, Senin (26/10/2026) pukul 12.40 WITA, detik-detik menegangkan seketika merenggut rasa aman di Desa Lomba, Kecamatan Lamala, Kabupaten Banggai. Berawal dari aktivitas memasak yang tak diduga berujung petaka, si jago merah dengan ganasnya melahap bangunan rumah dalam hitungan menit.
Tak ada harta benda yang berhasil diselamatkan. Di hadapan puing-puing yang kini tinggal arang, Yanto Kappe (51) bersama istri tercinta, Waija Yabuda (45), serta dua buah hati mereka, Marlia Toya (16) dan Syahdan (12), hanya bisa menatap nanar.
Musibah ini turut berdampak pada seorang warga lainnya, Jono Dullah (55). Dalam sekejap, tempat bernaung yang selama ini memberi mereka kehangatan berubah menjadi abu.
Meski tiada korban jiwa yang jatuh, beban mental dan kepedihan yang dirasakan tentu begitu berat. Kehilangan tempat berteduh di tengah ketidakpastian adalah ujian hidup yang paling sunyi.
Namun, di balik duka yang menyelimuti, warga Desa Lomba tidak dibiarkan berjuang sendirian.
Merespons instruksi tegas dari Bupati H. Amirudin dan Wakil Bupati Banggai Furqanuddin untuk selalu sigap di sisi rakyatnya, Dinas Sosial Kabupaten Banggai bergerak cepat turun tangan. Langkah kaki mereka tak menunggu lama demi menjangkau para korban yang tengah dirundung kesedihan.
Dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banggai, Hariadi Bola, S.H., bersama tim, taruna perkasa TAGANA, serta insan TKSK, rombongan pemerintah daerah menyambangi lokasi kejadian.
Kedatangan mereka disambut hangat oleh Camat Lamala, Muhamad Saleh Padekes, S.Sos., pemerintah desa, serta jajaran kepolisian setempat.
Bagi keluarga Yanto dan warga terdampak, bantuan logistik yang diserahkan hari itu bukan sekadar paket materi atau pemenuhan kebutuhan darurat semata.
Lebih dari itu, kehadiran para abdi negara ini membawa pesan kemanusiaan yang mendalam: pemerintah ada, peduli, dan merasakan apa yang sedang mereka pikul.
Musibah memang bisa datang tanpa permisi, mengetuk pintu kapan saja tanpa diduga. Namun, kepedulian tidak boleh datang terlambat.
Melalui gerak cepat ini, Pemerintah Kabupaten Banggai membuktikan komitmennya untuk terus memeluk warga yang jatuh, merajut kembali asa yang sempat runtuh, dan memastikan bahwa di tanah Banggai, tidak ada warga yang harus menanggung derita seorang diri. *
Sumber Dinsos Banggai – Editor Sofyan Labolo












