Di Balik Kursi Kosong PWI dan SMSI: Menemukan Arti Kedewasaan dan Semangat Satu Pena di Pelantikan JMSI Banggai

Sofyan59 dilihat
Ketua PD JMSI Sulteng, Murtalib menyerahkan bendera pataka kepada Ketua PC JMSI Banggai, Sofyan Labolo, bertempat Ruang Rapat Umum Kantor Bupati Banggai pada Senin (02/11/2026).
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Luwuk – Semangat kebersamaan sesama insan pers menyelimuti Ruang Rapat Umum Kantor Bupati Banggai pada Senin (02/11/2026).

Di tempat tersebut, sembilan personel Pengurus Cabang (PC) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Banggai periode 2026-2031 resmi dilantik langsung oleh Ketua Pengurus Daerah (PD) JMSI Provinsi Sulawesi Tengah, Murtalib.

Momentum istimewa ini disaksikan langsung oleh Bupati Banggai H. Amirudin yang juga bertindak sebagai Ketua Dewan Pembina JMSI Banggai, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), seperti Kapolres Banggai, Kajari Banggai, dan Dandim 1308/LB.

Di balik suasana khidmat pelantikan, ada ikhtiar hangat yang ditunjukkan panitia pelaksana.

Didasari rasa persaudaraan dan kesadaran bahwa seluruh insan pers berjalan di garis perjuangan yang sama, JMSI Banggai merangkul rekan-rekan sejawat dengan mengundang seluruh organisasi kewartawanan di daerah.

Meski pintu persahabatan telah dibuka lebar, situasi di lapangan menunjukkan pemandangan berbeda.

Dari jajaran undangan, hanya perwakilan Pro Jurnalis Siber (PJS) yang tampak hadir memenuhi ruang acara.

Sementara itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banggai serta Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Banggai belum sempat memeriahkan momentum bersejarah tersebut.

Ketidakhadiran tersebut tidak meredupkan esensi persaudaraan sesama jurnalis. Kehadiran PJS Banggai menjadi simbol kuat solidaritas antar pekerja media.

“Prinsip kami adalah yang penting masih satu pena, maka kami tetap bersahabat,” tutur Ketua PJS Banggai, Abdul Muis, menegaskan nilai kebersamaan yang melampaui sekat organisasi.

Absennya pengurus lain pun diwarnai beragam alasan. Ketua PWI Banggai, Abdul Saleh, memberikan klarifikasinya secara terbuka.

“Lagi di Surabaya saya kegiatan Media Gathering SKK Migas,” ungkap Abdul Saleh menjelaskan ketidakhadirannya, meski pada jajaran pengurus PWI Banggai lainnya juga belum ada perwakilan yang sempat hadir.

Senada dengan itu, pengurus SMSI Banggai, Revino Ahmad Daniali, turut memberikan tanggapan lugas terkait absennya lembaga mereka.

“Harusnya Ketua SMSI yang hadir. Te mungkin sy melangkahi Ketua,” ujarnya singkat.

Bagi JMSI Banggai, perhelatan pelantikan ini bukan sekadar urusan seremonial pergantian kepengurusan. Akan tetapi langkah awal untuk terus mengulurkan tangan kebersamaan.

Sebab di bawah naungan semangat satu pena, niat baik untuk merangkul seluruh elemen jurnalis akan selalu menjadi fondasi utama dalam mengawal keterbukaan informasi dan pembangunan di Kabupaten Banggai. *

Reporter Sofyan Labolo

Pasang Iklan Anda Disini_1