Close

Misteri Kematian Pemuda Banggai Laut di Mess Toko Luwuk, Begini Kata Polisi

Sofyan191 dilihat
Polisi melalukan olah TKP
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Luwuk — Suasana pagi di kawasan Jalan RE Martadinata, Kelurahan Karaton, Kota Luwuk, mendadak gempar, Minggu (8/11/2026). Pemuda berinisial AN (22), asal Desa Tabulang, Kecamatan Bangkurung, Banggai Laut (Balut), ditemukan tewas tak bernyawa di dalam kamar lantai tiga Mess Toko Baru.

Peristiwa mencekam ini terungkap sekitar pukul 09.50 Wita. Berawal dari kecurigaan pihak toko yang menghubungi rekan kerja korban, Suhirno (32), lantaran AN tak kunjung menampakkan diri untuk bekerja.

Mendapat instruksi tersebut, Suhirno bergegas mendatangi mess tempat tinggal korban.

Alangkah terkejutnya sang rekan saat membuka pintu kamar; ia mendapati korban sudah dalam kondisi tak bergerak.

Panik bercampur takut, saksi langsung meminta pertolongan warga sekitar sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

Tak berselang lama, personel Unit Identifikasi bersama piket Reskrim dan Polsek Luwuk langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Petugas menyisir setiap sudut ruangan, mengumpulkan barang bukti, mengambil sidik jari, hingga memintai keterangan dari sejumlah saksi mata.

Sekitar pukul 11.50 Wita, jasad korban dievakuasi menggunakan mobil ambulans menuju RSUD Luwuk guna menjalani serangkaian pemeriksaan medis lebih lanjut.

Kasi Humas Polresta Banggai, AKP Saiman, mengungkapkan bahwa dari hasil visum luar yang dilakukan tim forensik RSUD Luwuk bersama Unit Identifikasi dan pihak keluarga, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.

“Korban diduga meninggal dunia akibat gantung diri. Diketahui ia sudah sekitar satu tahun bekerja sebagai pembakar roti di tempat tersebut, dan sebelumnya sempat merantau di Morowali,” ujar AKP Saiman.

Kendati demikian, aparat kepolisian hingga kini masih terus mendalami motif serta latar belakang pasti di balik tindakan nekat yang merenggut nyawa pemuda tersebut.

Sementara itu, pihak keluarga korban telah ikhlas menerima musibah ini dan menolak untuk dilakukan autopsi, yang diperkuat dengan penandatanganan surat pernyataan tertulis. *

Sumber Polresta Banggai

Pasang Iklan Anda Disini_1