
Setiap kali kamu memberi, maka disaat itulah engkau diberi oleh Allah tanpa engkau meminta.
Tugas kita bukan untuk membuat orang lain suka terhadap kita, tetapi tugas kita agar Allah selalu suka terhadap apa yang kita lakukan.
Hidup adalah belajar. Belajar bersyukur meski tak cukup, belajar memahami meski tak sehati, belajar sabar meski terbebani, belajar setia meski tergoda, belajar memberi mesti tak seberapa.
Tulislah halaman kehidupan mu dengan kebaikan-kebaikan. Lukislah dengan amal ibadah, dan warnai itu dengan kesabaran dan taqwa.
Kadang, orang lain hanya melihat hasil akhir, apa yang sudah kita dapatkan ketika sukses dan berhasil, tetapi mereka lupa bagaimana ketika berproses mencapai nya begitu lelah dan menyakitkan.
Hidup yang selalu melelahkan adalah hidup yang selalu memikirkan apa kata orang lain terhadap diri kita.
Dibutuhkan sedikit kerja keras untuk membayar lunas mulut-mulut orang yang tidak berkelas.
Jangan asyik dengan menyalahkan orang lain disetiap permasalahan, yang hadir adakalanya dari sikap kita terhadap orang lain.
Pikiran mempengaruhi sikap kita, dan sikap kita mempengaruhi perilaku dan tindakan kita dan hal itulah yang mempengaruhi kehidupan kita.
Orang-orang yang tinggi adab sekalipun kekurangan Ilmu lebih mulia dari pada orang berilmu tetapi kurang beradab.
Harta terbaik itu adalah kejujuran. Senjata terkuat adalah kesabaran. Aset paling berharga itu adalah iman.
Alat komunikasi tercanggih kita adalag doa. Lakukan Kebenaran tanpa merasa lebih benar dari orang lain. Hiduplah dengan cara yang mulia tanpa merasa lebih mulia dari orang lain.
Banyak hal yang harus kita relakan. Banyak kesedihan yang harus kita pendam, tetapi tidak semua nya harus diceritakan, karena tidak semua orang mudah untuk berbicara kepada orang lain.
Terkadang hidup itu seperti kotak kado yang kita terima, dan tak tau apa isinya, tetapi membuat kita terkejut bisa tertawa dan bahagia bisa juga kecewa karena tidak sesuai harapan.
Bersyukurlah terhadap masa lahu sekalipun hanya kenangan. Bersyukurlah terhadap masa depan walaupn hanya impian dan jangan mengkhawatirkannya, dan bersyukurlah dengan kondisi saat ini karena telah menjadi kenyataan.
Tak perlu sedih bila temanmu hanya sedikit, tetapi bersedihlah bila temanmu banyak tetapi tak satupun yang mengingatkan mu kepada Allah.
Harta boleh dicari, ilmu boleh digali tetapi kesempatan bersama ayah dan ibu tak akan terulang kembali.
Ibu dan bapak kita tak pernah takut miskin membesarkan kita, tetapi anak-anak nya kadang berkira-kira dan berhitung ketika menanggung beban ketika kedua orang tua dipenghujung usia mereka.
Betapa besar dosa anak-anak, mereka sangat santun berbicara dengan orang lain, tetapi suaranya melengking ketika berbicara dengan dengan kedua orang tuanya.
Jangan merubah nada suaramu sekalipun harta dan kekayaan berlimpah, tetapi tetaplah rendah hati dan sederhana karena semakin engkau menunduk dan sujud, maka Allah mengangkat derajatmu melebihi apa yang engkau harapkan.
Dahsat dan dalamnya estetika (seni) kehidupan ini. Semoga bermanfaat. *
Penulis adalah Arsiparis Ahli Madya Kementerian Dalam Negeri
Discussion about this post