Diresmikan Bupati Eddy Singgih, Masjid Rahmat Dua Kali Berpindah

oleh -707 Kali Dibaca
Masjid Rahmat di Kelurahan Tanjung Tuwis Kecamatan Luwuk Selatan. (Foto: Istimewa)

LUWUK, Luwuk Times.ID— Sekilas publik tidak menyangka jika masjid Rahmat yang terletak di jalan Mandapar, Kelurahan Tanjung Tuwis Kecamatan Luwuk Selatan ini merupakan salah satu masjid tertua di Kabupaten Banggai.

Iya, karena rumah Allah yang terletak di jalan poros ini dibangun pada tahun 1970 dan diresmikan oleh Bupati Banggai ke lima Eddy Singgih (14/12/1973-22/06/1978).

Tokoh masyarakat Laiji H. Panari, setidaknya tahu sedikit terkait historis masjid berkubah warna hijau tersebut.

“Awalnya masjid ini masih dalam bentuk mushollah. Namanya mushollah Rahmat,” kenang Laiji H. Panari.

Di era tahun 70-an itu sambung Laiji, mushollahnya dibangun dengan bahan serta desain seadanya.

Karena belum sempurna bangunannya, maka mushollah itu direhab.

“Saat rehab berlangsung, para jamaah kala itu shalat di rumah almarhum H. Panari,” kata Laiji.

Tahun 1973 kembali direhab. Tempat beribadah sementara dialihkan ke rumah salah seorang warga di bagian pantai.

“Pindah lagi ke pantai,” kata Laiji sembari menujuk ke arah pantai memperlihatkan letak musholah dulu, yang kini telah menjadi rumah warga itu.

Praktis dua kali proses rehab mushollah Rahmat.

Masih dengan penjelasan Laiji, sekitar tahun 1974, maka resm mushollah Rahmat menjadi Masjid Rahmat.

“Masih sangat kental di benak saya, saat itu pak Bupati Banggai, Eddy Singgih yang meresmikan masjid kami itu,” kata dia.

Untuk lahannya merupakan tanah wakaf dari almarhum H. Laasari.

Sementara itu, tokoh agama yang juga imam masjid Rahmat Samsudin Labunga mengatakan, setiap bulan Ramadhan, masjid ini aktif melaksanakan sejumlah kegiatan keagamaan.

“Remaja masjid (Risma) nya aktif. Biasa kami melaksanakan lomba adzan dan menghafal Alquran,” kata Samsudin.

Hanya saja di tahun lalu, giat itu absen. Karena covid-19. Dan insyallah Ramadhan tahun ini, agenda keagamaan dalam rangka memakmurkan masjid, akan dihidupkan kembali. *

Baca juga: Masjid Nurul Huda, Di Bangun 1842, Kini Jadi Masjid Modern

(yan/ibm)