

Reporter Sofyan Labolo
LUWUK— DPRD Banggai melalui Komisi 2 menggelar rapat kerja (raker) bersama Pemda Banggai, bertempat kantor DPRD Banggai, Selasa (22/03/2022).
Ketua Komisi 2 DPRD Banggai, Sukri Djalumang memimpin raket itu. Dan kedua lembaga sepakat menggelontorkan anggaran Rp 5 miliar untuk penanganan infrastruktur dan relokasi pasca banjir desa Dondo Kecamatan Balantak Selatan.
Dalam raker, komisi yang membidangi pembangunan itu menyampaikan hasil kunjungan ke desa Dondo. Termasuk hasil turun lapangan oleh Ketua DPRD Banggai Suprapto.
Pada kesempatan itu, Kades Dondo dan pemerintah Kecamatan Balantak Selatan memaparkan kondisi terkini desa yang terkena musibah banjir bandang tersebut.
Sudah termasuk penjelasan teknis dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Rekomendasi Raker
Ada tiga point dari raker DPRD dan Pemda Banggai itu.
Pertama, segera menambah anggaran belanja tak terduga pada momen pergeseran APBD tahun 2022, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lapangan.
Kedua, OPD teknis segera melakukan rehabilitasi maupun relokasi terhadap infrastruktur yang rusak akibat banjir.
Ketiga, segera melengkapi persyaratan yang diperlukan dalam penanganan pasca banjir.
Usai memimpin raker, Sukri Djalumang kepada Luwuk Times mengatakan, estimasi anggaran pasca bencana, ada sekitar Rp 5 miliar kebutuhan, baik rehabilitasi infrastruktur maupun relokasi.
“Angka Rp 5 miliar itu kita sudah akumulasi semua. Baik dari BPBD, Diperkimtan, Dinsos maupun PUPR,” kata Sukri.
Bagaimana dengan belanja tak terduga (BTT) yang hanya Rp 3 miliar, yang artinya masih minus Rp 2 miliar?
Politisi Partai NasDem ini kembali menjelaskan, sisa anggaran itu akan teralokasikan lewat APBD Perubahan tahun anggaran 2022.
Delapan Aleg Absen
Raker penanganan infrastruktur dan relokasi pasca banjir desa Dondo Kecamatan Balantak Selatan di kantor DPRD Banggai, para perwakilan eksekutif hadir secara lengkap.
Mulai dari Asisten I Setdakab Banggai, Kepala Dinasi PUPR, Diskimtak, Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Camat Balantak Selatan, Kades Dondo termasuk BPD setempat.
Berbeda dengan pewakilan legislatif.
Dari 12 personil Komisi 2 DPRD Banggai, hanya empat yang hadir.
Mereka adalah Sukri Djalumang, Hanira Lasantu, Hasman Balubi dan Syafrudin Husain. Sementara 8 anggota legislatif (aleg) absen. *
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik: Luwuk Times
Discussion about this post