
Reporter Setiyo Utomo
JAYAPURA, Luwuktimes.id – Persiapan atlet cabang olahraga (cabor) sepak takraw Sulteng menuju semi final nomor regu putri PON XX Papua sempat terganggu.
Mulai dari tempat nginap hingga pada asupan gizi, para duta olahraga Sulteng itu merasakan tidak nyaman dan sangat tidak berkuliatas.
Mestinya, jelang semi final digelar kondisi atlet dalam keadaan prima. Tapi kenyataannya, kebutuhan utama untuk menjaga kebugaran atlet belum mampu disiapkan Panpel PB PON XX Papua.
Disaat krusial jelang penghujung pertandingan, atlet tidak mendapat layanan terbaik, mulai dari tempat nginap maupun asupan gizi.
Dari amatan Luwuktimes.id Sabtu (02/10), suplai makanan untuk atlet takraw Sulteng yang diinapkan di Asrama Uncen, datangnya selalu terlambat.
Bukan cuma makanan yang bermasalah. Kebutuhan air bersih pun tidak tersedia hingga atlet kesulitan untuk mandi.
Langkah Taktis
Disuguhi layanan tidak professional dari Panpel PON, membuat ketua Kontingen Sulteng untuk PON XX Papua, Ngo Henry mengambil langkah taktis.

Yakni dengan memindahkan atlet takraw dari Asrama Uncen ke hotel Grand Abe.
Semua itu untuk mengantisipasi agar atlet tetap bugar dan lebih konsentrasi menghadapi semi final lawan Jawa Barat Minggu (03/10) besok.
Tak hanya atlet takraw. Atlet binaraga juga merasakan sama. Di cabang ini digadang-gadang bisa mendulang medali emas buat kontingen Sulteng.
Atlet binaraga dievakuasi ke hotel Grand Abe.
Alasan Ngo Hendry memindahkan atlet binaraga, karena tempat inap cabang olahraga kurang layak.
Tempatnya kecil harus dijejali 20 atlet sungguh tidak nyaman dan bisa membuat atlet anjlok prestasinya.
“Intinya atlet yang pemondokannya tidak layak. Dan kami akan carikan tempat yang nginap yang lebih refresentatif,” kata Ngo Hendry.
Utamanya sambung dia, cabang olahraga yang akan segera bertanding dan berpotensi menyumbang medali bagi Sulteng. *
Baca juga: Sepak Takraw Putri, Perintis Perolehan Medali Bagi Sulteng
Discussion about this post