Karyawan Indomario di Luwuk Banggai Tewas Mengenaskan

oleh -244 Kali Dibaca
Unit Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) Satreskrim Polres Banggai menggelar olah TKP.

Luwuk Times— Karyawan PT Indomario di Luwuk Kabupaten Banggai tewas mengenaskan.

Saat ditemukan pada tempat kejadian perkara, kepala korban berpisah dari tubuhnya.

Polres Banggai turun tangan terkait peristiwa itu.

Unit Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) Satreskrim Polres Banggai menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Scrool Baca Artikel

Terkait penemuan jenazah berjenis kelamin pria di workshop PT. Indomario Kompleks Kantor DPRD Kelurahan Tombang Permai Kecamatan Luwuk Selatan, Kamis (24/11/2022) sekitar pukul 15.00 Wita.

Kasi Humas Polres Banggai Iptu Al Amin S. Muda, mengatakan polisi melakukan olah TKP setelah kejadian yang menewaskan HO (63), warga Desa Jaya Kencana Kecamatan Toili.

Baca Juga:  Polisi Evakuasi Mayat Pria di Penginapan Kota Luwuk

Korban saat itu sedang membersihkan mesin tersebut.

“Satreskrim Polres Banggai sudah melakukan olah TKP. Tujuannya untuk mengetahui penyebab kematian korban. Apakah ada kelalaian yang menyebabkan kecelakaan kerja pada perusahaan itu,” kata Amin.

Menurut Amin, berdasarkan keterangan saksi, kejadian tersebut terjadi saat kondisi mesin molen dalam keadaan tidak difungsikan.

Korban yang seorang diri sedang melakukan pembersihan sisa-sisa semen yang ada dalam mixer.

“Namun secara tiba-tiba seorang saksi melihat mesin sudah posisi terguling atau bergerak memutar. Sehingga korban terjepit antara lubang pembuangan dan chasis mesin,” jelasnya.

Baca Juga:  Presma Untika Luwuk: Semua Saya Maafkan, Kecuali Israel

Korban yang meninggal dunia pada TKP langsung dibawa ke RSUD Luwuk guna pemeriksaan visum oleh Tim Forensik.

“Saat kami temukan kondisi korban kepala terpisah dari tubuhnya. Ada juga luka mengangga bagian kepala belakang hingga leher. Lengan kiri patah, luka lecet di dada, perut, ketiak serta luka robek di punggung, dan lengan atas kiri,” beber Amin.

Untuk sementara, tambah Amin, penyebab kematian korban karena kecelakaan kerja. Namun akan ada penyelidikan lebih lanjut.

“Kita akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan memasang garis polisi di TKP.” pungkasnya.*