Miliki Bangunan Megah dan Lokasi Representatif, Perpustakaan Nasional Apresiasi Kabupaten Banggai

oleh -701 Dilihat
oleh
Para peserta menerima materi tentang meningkatkan kualitas layanan pustakawan yang baik dan professional.

LUWUK TIMES— Kabupaten Banggai kembali mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Memiliki bangunan megah dan indah serta berada pada kawasan strategi dalam Kota Luwuk, Perpustakaan Nasional memberi pujian.

“Kami telah memperhatikan Kabupaten Banggai, karena memiliki perpustakaan yang megah dan indah. Bangunan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banggai dirancang untuk menjadi tempat yang representatif untuk berbagai aktivitas kreatif masyarakat,” kata Kepala Pusat Pembinaan Pustakawan Perpustakaan Nasional, Agus Sutoyo, M.Si.

Apresiasi ini saat Agus memberikan sambutan pada kegiatan bimbingan teknis penguatan pembinaan perpustakaan dan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial (TPBIS), bertempat Hotel Santika Luwuk, Kecamatan Luwuk Selatan, Kamis (7/8/2025).

Sebagai lembaga pembina, Ia berharap seluruh Pustakawan, termasuk Kabupaten Banggai menjadi bagian yang sangat khusus, seperti yang sudah diamanatkan Undang-undang No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

Bagaimana Perpustakaan itu mulai dari Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota wajib memberikan ruang pendidikan dan pembelajaran bagi masyarakat.

Selain Agus Sutoyo, bimtek itu juga menghadirkan pemateri lainnya. Ia adalah Kepala Sub Koordinator Akreditasi Perpustakaan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi, Anton Alfian.

Perpustakaan Kecamatan

Sementara itu, Wakil Bupati Banggai H. Furqanuddin Masulili dalam sambutan pembukaan mengatakan, perpustakaan memiliki peran penting dalam pengembangan masyarakat.

Bukan hanya tempat meminjam buku, tetapi juga menjadi pusat informasi, pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam Era Digital, perpustakaan perlu bertransformasi manjadi lebih Inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan upaya untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat kegiatan yang tidak hanya memberikan informasi. Tetapi juga mengembangkan potensi individu dan kelompok masyarakat.

Dengan inklusi sosial, perpustakaan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang kurang beruntung, agar dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraannya.

“Akreditasi perpustakaan menjadi indikator penting untuk memastikan layanan yang perpustakaan telah sesuai dengan standar nasional. Dengan akreditasi, perpustakaan dapat menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan yang terbaik, profesional dan terukur,” ujar Wakil Bupati Banggai.

Dan melalui bimtek ini harapan Wabup, para peserta dapat memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang mekanisme akreditasi.

Termasuk strategi dalam menerapkan pendekatan inklusi sosial pada lingkungan perpustakaan masing-masing.

“Mari kita bersama mewujudkan perpustakaan yang yang berkualitas, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Hal ini demi terwujudnya masyarakat Kabupaten Banggai yang cerdas, literatif, berdaya saing tinggi,” kata Wakil Bupati Banggai.

Ia juga menghimbau untuk setiap kecamatan dapat membangun gedung perpustakaan. Tujuannya untuk mendekatkan literasi kepada masyarakat. Itu sesuai dengan sembilan program unggulan kreatif dan inovatif Bupati dan Wakil Bupati Banggai, yaitu Banggai Cerdas.

Kegiatan berlanjut dengan peserta menerima materi tentang meningkatkan kualitas layanan pustakawan yang baik dan professional.

Termasuk tata cara mengajukan akreditasi perpustakaan melalui Sistem Penilain Akreditasi Perpustakaan Indonesia (SiPAPI) yang dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional RI. *

DKISP Banggai