Close ADS

Pemilu 2024

Mimbar Bebas di Luwuk, GMNI Banggai Sebut Politik Uang Lahirkan Pemimpin Koruptif

317
×

Mimbar Bebas di Luwuk, GMNI Banggai Sebut Politik Uang Lahirkan Pemimpin Koruptif

Sebarkan artikel ini
Puluhan aktivis yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Cabang Luwuk Banggai (DPC GMNI LB) menggelar mimbar bebas tolak politik uang, Sabtu (16/09/2023). (Foto: Istimewa)

Luwuk Times, Luwuk — Puluhan aktivis yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Cabang Luwuk Banggai (DPC GMNI LB) menggelar mimbar bebas tolak politik uang, Sabtu (16/09/2023).

Mimbar bebas yang dilaksanakan di lampu merah jalan Garuda Kelurahan Luwuk itu mengangkat isu seksi yakni politik uang.

Menurut GMNI Banggai, politik uang hanya akan melahirkan pemimpin yang koruptif.

Menurut Ketua GMNI Luwuk Banggai, Rifat Hakim, kampanye terkait dengan tolak politik uang yang dilakukan organisasi ini merupakan ikhtiar untuk memberikan penyadaran terhadap masyarakat akan bahayanya money politic.

“Kampanye tolak politik uang yang kita laksanakan ini adalah bagian dari iktiar untuk memberikan penyadaran bagi Masyarakat,” ujar Rifat.

Baca:  Soal DCT, Bawaslu Banggai Buka Ruang Permohonan Sengketa

Ia juga mengatakan politik uang adalah musuh utama dari demokrasi. Oleh karenanya butuh keterlibatan semua pihak dalam melawannya.

“Saya meminta keterlibatan semua pihak untuk memerangi politik uang. Kalau tidak maka demokrasi akan dikebiri oleh mereka yang punya uang,” demikian kata Rifat.

Begitu pun KPU Banggai dan Bawaslu Banggai sambung dia, harus menjadi garda terdepan dalam memerangi politik uang di Kabupaten Banggai. Baik dari segi pendidikan pemilih dan pencegahan dan penindakan.

“KPU dan Bawaslu Banggai harus menjadi garda terdepan dalam memerangi politik uang. Dan itu berdasarkan tupoksi masing-masing lembaga, KPU harus gencar memberikan pendidikan pemilih dan bawaslu melalui pencegahan dan penindakan,” ungkap Rifat.

Baca:  Syuhada Warga Palestina di Jalur Gaza Capai 3 Ribu, Ahed: Setiap 5 Menit Gugur Syahid

Sementara itu, Kabid Advokasi dan Pengorganisasian Massa, Bung Tona dalam orasinya mengatakan, kita akan menghadapi pemilu dan pilkada serentak tahun 2024.

Oleh karena itu kita harus memilih pemimpin yang mempunyai ide dan gagasan serta program yang memang benar-benar pro terhadap rakyat kecil.

Sambung Bung Tona, kita harus memilih pemimpin yang punya ide dan gagasan serta program yang pro terhadap kaum marhaen.

“Kalau kita memilih pemimpin yang membeli suara rakyat, maka bisa kita pastikan bahwa pemimpin itu akan korupsi,” tutup Tona. *