

Karena ternyata, kepuasan, kesejahteraan dan kebahagiaan berawal dari kepercayaan.
China sebagaai contoh terdekat. Negara itu dari kehidupan pribadi, keluarga, tetangga hingga kehidupan bernegara mengandalkan trust dalam hubungan berbangsa dan bernegara.
Trust memiliki rumus kehidupan sebagaimana pernah dikemukakan Calon Presiden Anies Baswedan: T (Trust) = Integritas + Kompetensi + Self Interest.
Bila birokrasi ingin mendapatkan kepercayaan publik, maka ada 3 (tiga) faktor kunci diatas yang harus dimiliki.
Integritas atau kejujuran, komitmen serta konsistensi menjadi pondasi birokrasi.
Birokrasi yang lelah, lesuh, letih dan lemah adalah birokrasi yang tidak memiliki komitmen, konsistensi kejujuran yang baik. Hari ini berjanji, besok mengingkari, dan seterusnya.
Birokrasi juga harus memiliki kompetensi dan kapasitas. Penyakit kronis yang sering dihadapi birokrasi adalah menempatkan orang-orang karena kedekatan, bukan pertimbangan kompetensi dan kemampuan.
Sehingga ada banyak contoh-contoh di pemerintahan daerah, setelah Pilkada, ada PNS sarjana agama bisa jadi Kepala Bidang Bina Marga di Dinas PU.
Ada sarjana hukum bisa jadi bendahara proyek, dan lain-lain. Ini semua yang membuat birokrasi lesuh, letih dan lelah.
Dan yang ketiga birokrasi harus memiliki kepentingan pribadi, kepentingan kelompok dan kepentingan komunitas yang sesuai dengan NSPK (Norma, standar, prosedur dan kriteria).
Sangat dibenarkan dalam birokrasi memiliki kepentingan pribadi. Justru semakin baik dan benar kepentingan pribadi maka akan semakin baik kepentingan organisasi itu.
Van Meter & Van Horn (1977) dan Edward III (1980) kedua nya pakar dan ahli Implementasi Kebijakan mengemukakan bahwa Disposisi atau sikap pelaksana (kejujuran, integritas, moralitas dan motivasi) merupakan dimensi yang sangat menentukan dan mendasar dalam Penerapan Kebijakan Pemerintahan.
Tanpa disposisi implementasi kebijakan tidak akan berjalan dengan baik dan benar.
Tesis nya adalah: semakin baik disposisi maka akan semakin efektif Implementasi kebijakan.
Berhentilah para birokrat untuk melayani, memberdayakan dan membangun rakyat hanya untuk kepuasan rakyat.
Kejarlah agar birokrasi dipercaya rakyat dengan terus meningkatkan kompetensi, integritas dan Kepentingan pribadi (Baca juga: menomor satukan keluarga lebih mulia dari kepentingan negara dan bangsa).
Semoga bermanfaat. *
Kunjungi juga Luwuk Times di Google News
Discussion about this post