
JANGANLAH engkau meremehkan orang yang berada di bawamu. Boleh jadi jika engkau meninggal, dialah yang menggali kuburanmu. Dialah yang memandikanmu. Dan dialah yang shalati kamu.
Janganlah engkau memandang orang karena hartanya. Janganlah engkau memandang orang karena rupanya.
Sesungguhnya Allah tidak akan melihat harta dan rupamu. Tetapi Allah akan melihat hati dan perbuatan kalian.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: ((إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ)). رواه مسلم
Artinya: Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa kalian dan harta kalian akan tetapi Dia melihat kepada hati-hati kalian dan perbuatan-perbutan kalian.” (HR. Muslim)
Hidup bagaikan Roda. Adakalanya kita di atas, adakalanya kita berada di bawah. Tak perlu bangga apa yang kita miliki semuanya. Karena itu hanyalah titipan. Namanya titipan harus dikembalikan.
Ketika burung hidup. Ia makan ulat. Ketika burung mati. Ulatlah yang memakan burung. Segala sesuatu bisa berubah setiap saat.
Jangan Salah
Jangan menilai orang dari rupanya. Karena Rasulullah melihat si pendek tak menawan; Julaybib R.A dikejar-kejar oleh para bidadari surga.
Berilah kesempatan seseorang untuk berubah. Karena seseorang yang hampir membunuh Rasulpun kini terbaring disebelah makam beliau; Umar bin Khattab.
Jangan melihat seseorang dari masa lalunya. Seseorang yang pernah berperang melawan agama Allah pun akhirnya menjadi pedang-nya Allah; Khalid bin Walid.
Jangan memandang orang dari status dan hartanya. Karena sepatu emas Fir’aun berada di neraka. Sedangkan sandal jepit; Bilal bin Rabah terdengar di surga.
Semoga tulisan ini dapat memberikan hikmah, baik kepada penyampai maupun kepada pembaca. *
Jamal Sahil
Discussion about this post